“Kemarilah!” Titah Ale yang kini sedang duduk bersandar di atas kasur. “Ada apa Al?” Cinta segera menghampiri Ale dan duduk di sebelahnya dengan raut wajah penasaran, pasalnya setelah mereka pulang dari rumah Pak Karto sikap Suaminya menjadi sangat aneh. Sepanjang makan malam Ale selalu memandanginya, netranya tak pernah lepas sedikitpun darinya yang membuat Cinta merasa sangat aneh. “Tidak ada, aku hanya merindukanmu.” Jawab Ale yang menarik Cinta masuk ke dalam dekapannya. “Bohong ih... Orang seharian kita selalu sama-sama.” Kesal Cinta yang memukul gemas da da Ale, sontak saja membuat Ale terkekeh karena Istri kecilnya selalu tau kapan dia berbohong atau tidak. “Malah ketawa, aku sumpahin loh... Kamu beneran nggak bisa hidup tanpa aku walau sedetik pun, Biar kamu tau rasa!” Kesal C

