Sudah satu minggu berlalu sejak Ale keluar dari Rumah sakit, kini dia tampak sedikit berbeda. Ale lebih banyak diam dan tidak banyak bicara, membuat Cinta penasaran sekaligus takut. “Ini rumah siapa?” Tanya Ale saat Cinta mengajaknya ke Rumah sederhana yang hampir menyerupai gubuk besar terbuat dari kayu. “Ayo!” Bukannya menjawab Cinta malah mengajak Ale masuk lewat samping rumah tersebut, sedikit menyeret paksa Ale yang nampak enggan. “Paman Karto... PAMAN?” Seru Cinta yang memanggil Sang pemilik rumah. “Tumben antar ke sini sendiri Nak? Nggak di titipin saja sama Mas Budi Ta, eh... Suamimu juga ikut...” Sahut Paman Karto yang berada di belakang rumah, Beliau sedang menjemur hasil tumbukan udang. “Masuk Le... Beginilah rumah Paman yang reyot ini, ajak masuk Ta!” Lanjutnya yang berser

