Disya duduk termangu di balkon kamarnya, ia menikmati semilir angin yang berembus sampai terasa di kulitnya. Namun, pikirannya menerawang memikirkan bagaimana nasibnya jika ia bercerai nanti? "Kak," Kenzo memanggil Disya yang sedang asik dengan dunianya sendiri. Dan karena ia sedang asik melamun, Disya pun tidak sadar jika dirinya dipanggil oleh adiknya. Ini orang b***k atau tuli sih? Gerutu Kenzo di dalam hatinya, namun dia akhirnya terkekeh sendiri dengan gumamannya barusan. Bukankah b***k dan tuli itu sama saja? "Kak, woi!" sentaknya membuat Disya terkejut sambil mengelus dadanya. Bukannya marah, Disya malah menatap Kenzo dengan sendu dan memalingkan wajahnya. Kenzo berdecak di dalam hatinya, kakak yang ada di hadapannya ini sangat berbeda. Biasanya dia pasti membalas perlakuan adik

