Evelyn terdiam dengan perasaan terkejut. Edwin? Apa ia tidak salah dengar? Rasanya tidak mungkin jika Edwin yang sedang berbicara dengan Celine di sambungan telepon adalah Edwin kakak kandungnya sendiri. Evelyn menggelengkan kepala seraya tersenyum kecil. "Nggak, gak mungkin. Ada banyak nama Edwin di kota ini. Dari sekian banyak laki-laki baik, mana mungkin Mbak Celine kenal sama abangku yang b******k itu," batin Evelyn, mencoba berpikir jernih. Sementara itu, Celine berbicara dengan pria bernama Edwin di dalam sambungan telpon dengan suara manja dan mesra. Evelyn hanya mendengarkan dengan seksama dan berharap bahwa Edwin yang dimaksud oleh Celine bukanlah Edwin kakak kandungnya sendiri. "Iya, Sayang. Aku lagi di mall," ucap Celine dengan senyum kecil, melangkah menuju kursi lalu duduk

