Celine seketika terkejut. "Maksud kamu apa, Sayang? Buat apa Kevin ngancem kamu segala? Emangnya apa yang udah kamu lakuin sama dia?" tanyanya dengan bingung. Edwin memejamkan mata, ia menyesalkan mengapa dirinya harus keceplosan segala? Jika Celine tahu apa yang sudah ia lakukan terhadap pria bernama Kevin, kekasihnya itu bisa saja meninggalkannya dan ia tidak ingin hal itu sampai terjadi. "Hah? Eu ... nggak ko, gak usah dibahas," ucap Edwin, menggaruk kepalanya sendiri yang sebenarnya tidak terasa gatal. "Gimana kalau sekarang kita jalan. Saya kangen banget sama kamu, Sayang." Evelyn terdiam, mendengar ucapan sang kakak membuat mulutnya seketika mual. Panggilan sayang sang kakak untuk kekasihnya terdengar memuakkan. Dibalik sifat dan sikap kasarnya, ternyata Edwin mampu mencintai seor

