"A-Anda serius mau tukar posisi sama dia?" tanya Rizal dengan mata membulat, merasa terkejut. Kevin tersenyum hambar. "Orang-orang berfikir, letak kebahagiaan yang hakiki ada pada harta yang kita miliki, tapi bagi saya, harta yang saya punya hanya membuat saya tertekan, terbebani, dan saya gak bisa menjadi diri saya sendiri," ucapnya dengan dingin. "Lagi pula, apa yang saya punya bukan milik saya. Semua harta saya punya Daddy. Kalau di pikir-pikir, sebenarnya saya ini gak punya apa-apa lho." Rizal terdiam, memandang wajah sang majikan dengan tatapan tajam. "Kalau saya tau kamu akan menyerah begitu saja, saya gak perlu capek-capek menyusun skenario sampai sejauh ini, Kevin. Dasar bodoh, jangan sampe kamu menyesali keputusanmu ini, Kevin," ucapnya dalam hati. "Jadi gimana, kamu sanggup

