Gus Samar

1083 Kata

Hujan. Rinai itu datang berbarengan. Satu dengan yang lain. Menyambut hawa panas yang ada di bumi Kairo ini. seketika udara langsung menjadi dingin. Sejuk dan segar seketika. Aku dan Yek Ali masih berada di dalam pasar. Membawa barang yang lumayan banyak membuat kami kesulitan untuk sampai ke motor yang berada di parkiran. Aku tak berbelanja banyak. Yek Ali lah. Katanya karena besok hari Jumat, jadi rencananya dirinya akan membegikan sebuah makanan untuk orang-orang yang membutuhkan. Begituah kedermawanan Yek Ali yang kadang tidak banyak orang tahu. Sejak dulu. Sejak aku masih SD. Tak terhitung banyaknya uang yang dirinya berikan kepadaku. “Yek, sebenarnya samean itu kerja apa sih?” tanyaku penasaraan. Ini adalah pertanyaan yang sejak dahulu menyerbu pikiranku. Hujan dengan mengemper

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN