part 18

843 Kata
Saat di wijaya grup niken melihat rian yang sedang membahas proyek dengan niko “siang om” sapa niken memberanikan diri karena ada niko di sisi rian, “wah keponakan om datang lagi rindu ya sama om” rian mencubit pipi niken “ken ini kepala kenapa kok di plester” Tanya rian dan niko pun langsung memperhatiakan kepala niken yang terdapat plester “oh ini waktu itu niken terjatuh di kamar mandi om, tapi kamar mandi nya engga apa apa kok om” niken tersenyum dan rian pun tertawa, bahkan niko yang jarang sekali tersenyum pun ikut tersenyum mendengar ucapan niken, “mau ke tempat bu wati ya ken” Tanya rian melihat niken membawa map merah “iya om ini berkas penerimaan murid baru” kata niken menunjukan berkas nya, “awas salah ambil map lagi yaaa” rian tertawa dan niken pun ikut tertawa. Niken pun pamit untuk ke ruangan bu wati dan memberikan map merah milik sekolah, setelah itu niken begegas ke untuk pulang ke sekolah tapi ban mobil sekolah kempes dan pak ujang sedang memperbaiki nya niken hanya duduk di samping trotoar sambil memperhatikan pak ujang mengganti ban mobil, “ken ngapain” Tanya rian yang sedang berjalan “ini om ban mobil nya bocor alus jadi mau di ganti sama pak ujang” jawab niken tersenyum “mau ikut om engga ke café nanti om antar pulang” ajak rian dan niken pun meminta ijin ke pak ujang agar ikut bersama rian. “om kok jam kerja ke café” Tanya niken jalan di samping rian “iya ada kolega mau nya ketemu di café dan om niko sudah di sana ini berkas nya ketinggalan” kata rian menunjukan berkas nya. Sesampai di café niko hanya melihat rian dan niken lalu melanjutkan pekerjaan nya setelah rian memberikan berkas ke niko. Niken yang notaben nya ingin tahu dan sedikit sedikit mendengar pembicaraan niko dan kolega nya rian pun sudah memperhatikan niken yang bentar bentar mencatat apa yang menurut niken tidak cocok, “ken sini duduk nya samping om niko aja biar dengernya jelas” kata rian sambil menepuk kursi di samping niko, “ketahuan ya om” Tanya niken hati hati, rian hanya tersenyum dan niko tetap terdiam dan melanjutkan menunjukan ipad nya ke kolega nya sambil tetap menjelaskan. “baik pak niko saya setuju tapi baik nya ada revisi dengan kontrak kita seperti nya ada yang mengganjal ada yang tidak cocok serta di dalam nilai kontrak lebih memberatkan pihak saya” kata kolega tersebut, sebelum niko berbicara tiba tiba niken yang sudah duduk di samping niko  langsung mengambil alih pembicaraan tersebut “maaf pak mungkin saya tidak sopan tapi ada yang harus saya jelaskan lagi  kontrak ini di kurangi pasal yang ke 27a karena itu memberatkan dan membuat wijaya grup bisa merugi sekitar 28% karena status kontak di nilai tersebut belum di potong pajak dan juga biaya surat menyurat nya, lalu bila ada yang mengganjal karena system electronic nya semua dari pihak bapak maka saran saya bila system electronic di lelang saja ke perusahaan lain di bidang nya jadi bisa membuat perusahaan bapak menjadi untung sekitar 61,3% serta wijaya grup bisa mendapt untung sekitar 60% dan kelistrikan pun sekarang sudah naik sekitar 29% bila di lelang maka harga nya di UP saja dari hasil tersebut masing masing perusahaan bisa mendapat penambahan untung 20% ” niken menjelaskan sedangkan niko dan kolega nya pun mendengarkan, beda dengan rian karena rian sudah tahu niken orang nya teliti dan ia selalu membaca buku tentang akuntasi terutama pelajaran di universitas bahkan buku rian yang S2 pun niken pinjam. “wah pak niko punya putri yang hebat sekali, baik lah saya setuju dengan usul niken bagaimana kalau pak niko setuju saya minta niken yang revisi kontrak nya sesuai dengan yang niken bicarakan jadi saya tinggal siapkan lelang electronic saja” kolega tersebut menjabat tangan niken dan niken hanya tersenyum “gimana pak niko” Tanya kolega tersebut dan niko pun setuju, “setelah kolega tersebut pergi “maaf om niko niken kelewatan dan tidak ada sopan santun tapi niken sudah menahan biar tidak ikut campur tapi tidak bisa karena” belum selesai bicara niko hanya tersenyum “tidak apa bantu om ya untuk urus kontak nya bagaimana niken mau tidak” “mau donk om ini yang niken suka” niken kegirangan dan menunjukan senyum manisnya ke niko “kenapa senyum nya mirip dewi ya” kata niko dalam hati mereka pun meninggalkan café. “wah ponakan om keren banget bangga om loh” kata rian berjalan bersama niken tepat di belakang niko yang tersenyum mendengarkan rian memuji niken seperti ada kebanggaan di hati niko saat rian memuji niken apakah ini yang di namakan ikatan batin. Kolega tersebut adalah pak wahyu rekan bisnis bram, wahyu menceritakan kejadian tersebut ke bram dan sempat berfikir kalau niken adalah putri niko karena selain wajah yang hampir sama serta saat menjelaskan pun wajah niken dan niko sangat mirip gaya bicaranya pun hampir sama, barm hanya tersenyum dan bangga dengan yang di lakukan niken untuk perusahaan keluarga nya.  
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN