Satu bulan sudah Meylira masih sering mengunjungi kantor Evanders untuk mendapatkan informasi tentang pria itu. Namun, ia sama sekali tidak mendapatkan titik terang. Ke sana kemari ia mencari, terus di setiap harinya, tetapi hasilnya nihil. Hingga, wanita itu mengabaikam kondisinya sendiri. "Mey, sudah. Kamu mau sampai kapan mencari Evan?" "Meylira yakin Evanders pasti ketemu, Mom. Evanders nggak hilang begitu aja. Mey harus cari di mana Evan!" Meylira yang baru saja terduduk di sofa setelah keluar mencari keberadaan sang kekasih, tiba-tiba berdiri, berniat kembali keluar rumah. Namun, secara mendadak ia memegang erat perutnya. Rasa sakit kini seakan meremas bagian bawah perut wanita itu. "Meylira!" Gladis langsung berlari ke arah putrinya itu. "Kamu kenapa, Mey? Meylira!" "Mom, perut

