WARNING!! MENGANDUNG PART 21+, BIJAKLAH DALAM MEMBACA. === ===== Rafa mendengus kesal dan menghempaskan bokongnya dengan keras ke atas sofa tempat ia memesan makanan. Berkali-kali ia menahan saliva dan debaran jantungnya. Bibir manis Siska masih sangat terasa bahkan membekas di mulutnya. Terasa sangat nikmat tapi menjijikkan. Menjijikkan karena Rafa melakukannya lagi dengan wanita yang bukan mahramnya. Siska muncul dan duduk dengan anggun di hadapan Rafa. Wanita itu menarik seluruh rambutnya kesamping kiri bahunya. Kancing kemeja bagian atas sengaja ia lepas agar belahan dadanya bisa menarik perhatian Rafa. Siska terus menatap Rafa yang mulai salah tingkah. Wanita dua puluh sembilan tahun itu menyeruput jus yang sudah ia pesan. “Ayo makan,” ucap Siska seraya menyuap makanannya deng

