⚠️ 19 ⚠️

674 Kata
Sudut Pandang Dhara Aku keluar dari mobil dan melangkahkan kakiku masuk ke dalam gedung fakultas. Pandangan mataku menyapu ke berbagai sudut tempat ini. Tidak ada perbedaan yang signifikan dari tujuh tahun yang lalu. Tata letak dan fungsi ruangan masih sama seperti dulu, hanya saja saat ini warna cat gedungnya berbeda. Aku melangkah menaiki tangga lalu masuk ke dalam ruangan Mas Aarav. Aku sebenarnya ingin memberinya kejutan dengan kehadiranku. Namun, saat aku ingin mengetuk pintu, suara seorang perempuan terdengar dari dalam. "Saya senang sekali Bapak terpilih menjadi Kaprodi selanjutnya. Semoga kita bisa menjadi partner yang baik ya," suara perempuan itu. Oh, ternyata perempuan itu yang akan menjadi wakil Kaprodi Mas Aarav. Semoga saja tidak ada cinta lokasi diantar mereka. "Iya, Bu Helna." "Kalau begitu, saya izin pamit, Pak. Anak saya sudah menunggu." Entah kenapa mengetahui dia sudah memiliki anak membuat hatiku lega. Berarti aman. Aku tidak perlu risau ataupun cemburu dengan kedekatan mereka nanti. Tidak lama kemudian, pintu terbuka. Perempuan yang telah aku ketahui namanya Helna keluar dari ruangan Mas Aarav lalu tersenyum ramah saat kedua mata kami saling bertemu. Aku membalas senyumannya sebelum masuk ke ruangan Mas Aarav. "Mas," panggilku sambil menutup pintu dari dalam. Pria itu menatapku kaget lalu beberapa saat kemudian senyumnya mengembang. "Selamat ya," ucapku sambil melangkah mendekatinya. Dia menarik tanganku sehingga aku terjatuh tepat di pangkuannya, "enggak ada CCTV kan?" dia menggeleng pelan lantas mengecup pipiku pelan setelah itu dia berdiri lalu mengunci pintu. "Saya kaget kamu tiba-tiba ke sini," dia duduk di sofa lalu menepuk bagian sebelahnya. Memberikan isyarat agar aku duduk di sana, "enggak jadi ke perkebunan?" tanyanya. Aku menggeleng pelan lalu duduk di sebelahnya. "Enggak. Aku mau libur dulu hari ini," tanganku bergerak untuk mengelus tangannya, "selamat ya Pak Kaprodi. Semoga amanah." Dia mengangguk sambil mengelus kepalaku. "Minggu depan, saat upacara pengangkatan kamu datang ya." Aku mengangguk dengan mantap. "Aku pasti akan datang," jawabku. "Kamu sudah makan siang?" belum sempat aku membalas tiba-tiba suara ponselku berdering kencang, "angkat aja," ucapnya mempersilahkan. Aku menatap ke layar ponsel, ternyata Fajar yang menelepon. Aku menatapnya takut-takut setelah itu berjalan keluar untuk mengangkat telepon. "Kenapa enggak angkat di sini?" suara Pak Aarav terdengar, tetapi aku tidak menanggapinya. Aku tetap melangkah keluar dari ruangannya dan berdiri di balkon. Aku mengangkat panggilan itu, berbicara singkat dengan Fajar. Padahal sebenarnya pria itu bisa saja mengirimku pesan, tetapi dia malah memilih untuk menelepon. Padahal dia hanya menanyai kabarku kenapa hari ini tidak ke perkebunan. "Sudah?" tanya Mas Aarav setelah aku kembali duduk di sebelahnya. Aku mengangguk lalu memasukan ponselku ke dalam tas. "Siapa?" tanyanya lagi. "Fajar." Wajahnya mendadak datar. Dia menatapku dengan sorot mata tajamnya. "Kenapa harus angkat telepon di luar? Kalian juga cuma membicarakan tentang perkebunan, kenapa sampai sebegitunya." Aku terdiam lalu membalas tatapannya. "Sebegitunya gimana? Aku kan cuma angkat panggilan di luar sekalian nyari udara segar." Sorot matanya semakin menajam. "Besok-besok kalau telepon sama siapapun, kalau ada saya di sebelah kamu, jangan menghindar. Saya jadi curiga." "Curiga? Dulu sama Nata aku dicemburui. Sekarang Mas curiga sama Fajar," ucapku dengan nada bicara menaik. Dia mendengus kesal lalu setelah itu kami perang dingin hingga sampai di rumah. Cerita ini sudah tersedia versi lengkap, untuk kalian yang mau baca duluan, dapat diakses di k********a. Di k********a kalian bisa mendapatkan 1. Ebook Lengkap (59 part) 2. Bagian Tambahan Ekslusif di karyakarsa Sudut Pandang Aarav (10 part) Sudut Pandang Dhara (3 part) Sudut Pandang Fajar (1 Part) Sudut Pandang Penulis (3 Part) Hanya dengan Rp44.000 kalian bisa akses semua partnya. Cara belinya: 1. Masuk ke aplikasi k********a bisa melalui web atau aplikasi. 2. Cari nama kreator (TheDarkNight_) dan cari judul karya (Full _ Ebook _ Mr. Scary and Our Journey _ TheDarkNight_) 4. Ubah harga jika kamu ingin memberi apresiasi lebih. Pilih metode pembayaran: GoPay, OVO, s****e Pay, Indomart, Alfamart, atau transfer bank. 5. Ikuti petunjuk pembayaran (lihat bagian-bagian yang menerangkan pembayaran dengan Gopay, OVO, Virtual Account BNI, dan Pembayaran QR). 6. Kembali ke laman k********a dan ke karya tadi. Pastikan kamu sudah login, ya. Kalau transaksi sudah berhasil, Karya yang sebelumnya bertuliskan "terkunci" akan ganti jadi "terbuka".
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN