Di sebuah kamar, Maria memeluk kedua adiknya dengan ketakutan. Mereka terkejut saat melihat sesosok hitam bertubuh besar dan bermata merah menyala di atas lemari. Sesosok itu mengeram layaknya binatang buas. Mereka lebih ketakutan lagi saat menyadari kalau pintu kamar mulai bergerak seperti ada yang mendobraknya dari luar. Mata ketiganya terpejam sedangkan mulutnya terus menyebut asma Allah. Pintu terbuka, memperlihatkan sosok Kareem yang tercengang melihat hantu di atas lemari. Lelaki itu mengucap istighfar dan membaca surat An-Nas. Baru setelah itu hantu itu hilang entah ke mana. Segera ia bergegas menghampiri istri serta adiknya. "Kalian tidak apa-apa? Bagaimana bisa kalian terkunci di sini. Di mana Umi dan Paman Ibrahim?" Kareem memeluk mereka bertiga. "S-saat kami hendak pergi, k-k

