Darah segar menyembur bersamaan dengan batuk berdahak. Tubuh Kareem tergeletak lemas setelah bertarung dengan setan yang merasuki Renatha. Tenaganya cukup terkuras membuat napasnya merasa sesak. "Kareem, kamu tidak apa-apa?" Maria mencoba membangunkan tubuh suaminya dan memangkunya. Gadis itu tampak panik. Mata Kareem mengitari orang-orang sekitarnya, lantas tersenyum ramah pada mereka. "Aku baik-baik saja. Abah Zubair sudah memberiku petunjuk, dan Allah sudah menolongku." "Alhamdulillah. Ya Allah ... terimakasih." Fatimah mengucap syukur diiringi senyum gembira adik serta anak-anaknya. "K-kareem ... Renatha ... di ... mana ...?" Suara parau tiba-tiba terdengar menyatu dengan angin sendu. Hal itu membuat semua pandangan terfokus padanya. Mereka tertegun melihat Farhan dengan keadaan y

