Serangan

1709 Kata

Farhan tak bisa tinggal diam. Ia meminta Kareem untuk membantunya. Yang dia inginkan hanya satu, bayinya yang masih ada dalam kandungan Renatha. "Kareem, ayo kita lihat apa yang terjadi di sana. Aku punya firasat kalau mereka berdua bakalan kabur dariku." Kareem mengangguk setuju. Ia memandang Ibrahim dan berbicara padanya. "Paman, tolong antar Maria ke rumah sakit. Luka ditangannya cukup parah, dia perlu diobati." "Tidak." Maria menggeleng cepat dan menggenggam erat tangan suaminya. "Tidak, Kareem. Aku tidak akan meninggalkanmu sendirian di sini." Sebulir bening mulai merembes dari sudut pupil gadis itu. Kareem membalas genggaman tangan Maria. "Maria, di sini sangat berbahaya. Aku tidak mau kalau kamu kenapa-napa. Akan lebih baik jika anak-anak juga tidak terlibat." "Tapi Kareem-" D

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN