Semburan angin mengibas gorden dan memaksa masuk melalui jajaran jendela. Decitannya menggema lekat, mempersilakan petir untuk menyambar dan memperlihatkan kilatan terangnya. Brak!!! Tir...!!! Bunyi pecahan kaca merincuh saat sebongkah tubuh berbadan dua telah terlempar cukup keras mengenai jendela kaca. "Aaahh...!" Renatha terbangun dan menjejakkan punggungnya yang hampir patah. Matanya mengekspos sekitar, setiap sudut ruangan tak dibiarkan lolos dari rekaman retinanya. Wajah ketakutan serta tatapan waspada terukir jelas di wajah wanita itu. Saat ini, wanita hamil tua itu tengah terkurung di rumahnya sendiri. Pintu akses antara ruang tamu dan ruangan tempatnya berada sekarang benar-benar tertutup rapat, tak bisa dijebol oleh apapun. Dia hanya sendirian di dalam sana, kebingungan di ge

