Ancaman Kedua

1729 Kata

"R-renatha?!" Farhan membukam mulutnya dengan jemari. Matanya melotot tajam. Dahinya berkerut. Getaran di kepalanya menandakan sebuah keterkejutan yang tak terkendali. "Apa yang kau lakukan, Renatha?" Farhan bertanya dengan mulut menganga. "Kenapa kau lakukan semua ini?!" Mata sipit Farhan merekam keadaan sekitar. Berbagai sajen tertata melingkar. Asap dupa serta wewangian kemenyan membumbung kebal. Terdapat pula kepala tengkorak yang berjajar, lengkap dengan lilin yang menyulut kobaran api. Di tengahnya, duduk seorang wanita hamil yang munumpu lantai. Dia, Renatha. "Mas Farhan?!" Renatha terkesiap menyadari kedatangan suaminya yang secara tiba-tiba. Farhan sangat terpukul sekaligus emosi. Jantungnya tersendat serasa ada yang menariknya. Ia melihat dengan mata kepalanya sendiri, ist

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN