Misteri yang Terkuak

1309 Kata

Safira meletakkan semua piring-piring kotor dalam wastafel tempat cucian piring. Wanita itu marah-marah lantaran begitu banyak pekerjaan yang harus dilakukannya. Sedangkan rasa kemalasan selalu menggelayutinya. "Sampai kapan aku harus menjadi b***k seperti ini!" Wanita itu mengumpat kesal. "Kenapa sih Bang Azam nggak sewa pembantu saja. Buat apa rumah sebesar ini kalau nggak punya pembantu. Ujung-ujungnya juga mesti aku yang beresin semuanya." Ia mendengus gusar. "Andai setan-setan yang aku ajak bersekongkol juga mau membantuku. Tapi mereka maunya cuma nakutin doang. Huh! Payah. Entah hilang ke mana tuh kuntilanak." Akhir-akhir ini kuntilanak peliharaannya memang tidak pernah muncul di depannya. Tepatnya sejak kejadian pertarungan antara Azam dan kuntilanak. Padahal Safira selalu melaku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN