Senyum Perpisahan

1397 Kata

Senja kala menggores indah petang itu. Suara akan hilir pekik kehidupan, lenyap untuk sesaat. Mentari sudah meluncur di ufuk barat, hendak berpamitan seusai menjalankan tugasnya. Sekawanan burung pun saling bermigrasi ke sarangnya, menandakan sebentar lagi hari telah usai. Sore itu Farhan menikmati pemandangan senja di teras rumah. Namun pikirannya masih kacau. Belakangan ini hal tak terduga sering mengejutkan dirinya. Safira yang ternyata seorang penjahat, juga istrinya yang tiba-tiba doyan makan kembang. "Selama ini Renatha selalu merasakan sakit perut ketika hendak sholat, apa itu juga karena ulah ilmu hitam Mbak Safira?" Farhan bergumam, mempertanyakan pada dirinya sendiri. "Tapi di balik semua itu, Mbak Safira bilang punya motif karena ia merasa ustadz Azam memiliki hubungan dengan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN