Tuan Mark tak bisa menyembunyikan wajah marahnya, ia mengepalkan tangan, dan berusaha menahan diri agar tak berteriak. Acara yang dilangsungkan oleh William membuatnya naik pitam, ia nyaris saja jantungan pada semua kenyataan yang ada. Pikirannya melayang, memikirkan apa yang akan terjadi setelah semuanya terungkap seperti saat ini. Dalam benaknya William akan melakukan hal lain yang jauh lebih gila, dan ia takut jika cucunya itu akan semakin membuat malu nama baik keluarga. “Tuan, apa yang harus kita lakukan? Dalam waktu singkat, semua media menyebarkan berita ini, bahkan harga saham mendadak anjlok karena ucapan Tuan William dan Nyonya Barbara.” Tuan Mark yang sejak tadi hanya diam lantas mengalihkan tatapannya, ia bertemu pandang dengan sang bawahan, dan bibirnya tetap saja terkunc

