Dalam waktu kurang dari satu jam, pria yang sama kembali menghampiri Dika yang tengah berbaring dengan pandangan ke atas melamunkan sosok Alisha yang terpuruk setelah melihat tayangan di ruangan tadi. Menyadari seseorang masuk Dika perlahan duduk dan menatap datar pria yang telah berdiri di hadapannya. "Bagaimana keputusanmu?" Tak mau berbasa-basi, pria itu langsung bertanya dengan tatapan mengarah ke atas meja dimana dokumen tersebut disimpan. "Belum ada satu jam." Dika yang sedari tadi menghitung waktu untuk menunggu waktu itu mendengus kesal karena pria tersebut terlalu tergesa-gesa. "Kami tidak suka berlama-lama." "Dan aku tidak suka menentang kesepakatan!" geram Dika yang sudah muak dengan permainan yang mereka ciptakan. "Baik, kau memang cerdas." Pria itu menatap jam yang melin

