Selamat membaca ^^ “Bagaimana? Kau sudah mendapat info tentang dia?” Piera terlihat sedang berbicara dengan seseorang melalui ponselnya. Dia duduk bersandar di kursi kerjanya sambil menaikkan kedua kaki ke atas meja. Tangan kanannya sibuk memegang ponsel yang menempel di telinga, sementara tangan lainnya memegang segelas cappucino favoritnya. Sesekali tampak ia meminum cappucino tersebut sambil mendengar ocehan orang yang ada di seberang telepon. “Oh, jadi dia ada di sana selama dua minggu ini?” Piera mengangguk-angguk sambil tersenyum miring mendengar kabar tersebut. Kabar yang tak lain adalah tentang keberadaan Teresa. Dia memang sempat membayar seorang mata-mata handal di Italia untuk melacak keberadaan kakak kandungnya yang ia anggap sebagai musuh terbesarnya. Usahanya menyewa mat

