Selamat membaca ^^ “Oh iya, kenapa Padre-mu tidak peduli padamu?” tanya Chris saat Teresa sudah sedikit tenang. “Aku juga tidak tahu, Chris. Yang aku tahu, dia hanya mementingkan pekerjaan dan karirnya saja. Untuk urusan rumah dan anak-anak tidak pernah ia pikirkan. Istilahnya dia hanya gila jabatan,” jawab Teresa. Chris menghela napas kasar. Kasihan sekali wanita di hadapannya itu. Kehidupannya jauh dari kata bahagia. “Aku pernah bertengkar dengan Madre di depan Padre, tapi dia malah pergi dan membiarkanku dipukuli oleh Madre,” lanjut Teresa. Hatinya merasa sakit ketika mengingat ketika dirinya selalu disiksa oleh Fiorella. “Dan di sekolah, aku dibully oleh Piera, adik kandungku sendiri. Hanya Nieve satu-satunya orang yang menganggapku sebagai teman baiknya. Hanya dia yang selalu ada

