Bab 5

1165 Kata
Halo semua. Hari ini widya cuma bisa update 1 Bab, karena kondisi widya yg lagi gak memungkinkan/sakit. Tapi tetap widya usahakan update hari ini walaupun cuma sanggup 1 Bab. Doain ya mudah2an besok bisa update 5 Bab sekaligus sebagai gantinya. Terima kasih semua. Selamat membaca ^^ Manolis hanya menunduk saat melihat Chris memberi tatapan seperti itu padanya. Dirinya sudah mengira, tuannya akan melakukan hal aneh yang bisa menyebabkan keretakan kerjasama diantara Chris dan Enzo. Namun, Chris sendiri juga sangat susah untuk dibimbing. Apalagi ini menyangkut masa lalunya dan Teresa. Manolis hanya bisa menghela napas kasar untuk menghilangkan rasa kesalnya terhadap Chris. Jangankan Manolis, Orestes saja sangat lelah memberitahu Chris agar tidak terlelap dalam dunia percintaan. Karena seorang mafia dilarang memiliki sebuah perasaan. “Vincenzo, siapkan cairan Chloroform dan saputangan untuk memulai aksi kita besok.” Chris menunjuk Vincenzo untuk menyiapkan peralatan yang digunakan besok. Sesekali ia melirik kearah Manolis yang sepertinya masih belum setuju dengan ide gilanya. “Kalau ada yang tidak setuju dengan rencana ini, kalian boleh keluar dari sini,” sindir Chris. Semua anggota di sana menunduk ketakutan, terutama Manolis yang saat ini merasa sedang dihakimi oleh tuannya. Semuanya diam dan tak bersuara. Sementara Chris tersenyum senang karena hal itu. “Karena tidak ada yang keluar, itu berarti kalian setuju dengan ideku,” ujar Chris. “Maaf, Kýrie.” Vincenzo bersuara. Chris melihat kearah Vincenzo dan bertanya, “Ada apa?” “Apa kita akan langsung menculik wanita itu langsung di villa milik Enzo, Kýrie? Jika ya, apa itu tidak berbahaya?” tanya Vincenzo. “Tidak, Vincen. Kita akan melakukannya di luar villa. Sebelum melakukan penculikan, kita harus mengintai wanita itu dari jauh. Jika nanti dia keluar dari villa, maka itulah kesempatan kita untuk menculiknya. Paham?” jelas Chris. Semuanya mengangguk, termasuk Manolis. Chris menoleh sejenak kearah Manolis yang masih saja menunduk. Seketika Chris menghela napas kasar, kemudian berkata pada Manolis. “Aku minta maaf soal sikapku tadi, Manolis,” ucap Chris tulus. “Aku tidak bermaksud jahat padamu. Yang aku ingin, kau menyetujui niatku. Itu saja. Aku harap, kau tidak tersinggung.” “Eínai entáxei, Kýrie. Saya sama sekali tidak tersinggung dengan ucapan Anda. Saya hanya khawatir tentang kerjasama Anda dengan Enzo, Kýrie,” ujar Manolis jujur. “Saya tidak ingin Anda berada dalam masalah.” Chris tersenyum. “Jangan takut, Manolis. Aku bisa mengatasinya. Kau tenang saja dan ikuti saja apa yang kuperintahkan.” “Málista, Kýrie.” Chris bangkit dari kursinya diikuti seluruh anggotanya. “Baiklah. Diskusi selesai dan persiapkan diri kalian untuk besok. Aku menunjuk Manolis dan Vincenzo untuk melakukan rencana ini bersamaku.” Setelah mendapat anggukan dari orang yang disebutnya, Chris beranjak pergi meninggalkan ruangan tersebut menuju kamarnya. Chris melepaskan seluruh pakaiannya dan berjalan menuju bathup yang sudah berisi air hangat. Entah kenapa tubuhnya tiba-tiba saja merasa sangat lelah. Mungkin karena terlalu memikirkan Teresa yang hadir di kehidupannya dan menjelma sebagai kembaran Korinna. Helaan napas pun terdengar kasar saat Chris bersandar di punggung bathup sambil memejamkan kedua mata indahnya. Tak dapat ia pungkiri, kenangan masa lalu itu memang masih melekat diingatannya dan tidak akan pernah bisa ia lupakan. Kejadian memilukan itu membuatnya sadar bahwa dirinya memang bukanlah lelaki terbaik bagi Korinna. Karena dia sendiri tidak bisa melindungi wanita yang ia cintai. “Korinna,” Chris menyebut nama tersebut dengan nada lirih, dengan mata yang tetap terpejam. “Pikiranku benar-benar sudah hancur karenamu. Ingin meminta pertanggung-jawaban, kau sudah tiada. Maafkan aku jika aku masih belum bisa melupakanmu dan terpaksa harus menculik wanita jelmaanmu itu,” sambung Chris. Lucu memang. Seorang mafia harusnya tidak menaruh sebuah perasaan di hatinya, apalagi untuk seorang wanita. Itu bisa berdampak buruk pada organisasi dan bisnisnya. Konselor dari organisasi Mávro Chéri yang bernama Peter Dimitriou, pria berusia 42 tahun itu sudah pernah mengingatkan Chris untuk fokus pada kelompoknya dan kembali mengembangkan usaha perdagangan organ manusia, seperti yang dilakukan Orestes dulu. Namun Chris tetap tidak menggubris ucapan Peter. Chris tidak pernah suka jika diatur seperti itu. Meskipun terkenal memiliki hati yang lembut, dia juga sangat keras kepala. Dia lebih mengedepankan egonya daripada mendengarkan nasehat orang lain. Setelah selesai berendam, Chris bangkit dari bathup kemudian memakai piyamanya dan tidur. *** Keesokan harinya, lebih tepatnya di malam hari, Enzo dan Nieve hendak pergi berjalan-jalan untuk melihat pemandangan malam di Santorini. Nieve mengajak Teresa untuk ikut dengannya, namun Teresa menolak. Teresa masih harus menyiapkan naskah yang sudah ditagih oleh pihak editor kemarin. Jika terlambat sedikit saja, tamatlah karirnya di dunia kepenulisan. “Teresa,” panggil Nieve dari arah belakang membuat wanita itu menoleh. Nieve menghampiri Teresa dengan Enzo yang berjalan di belakangnya. “Apa kau mau ikut? Aku dan Enzo ingin berkeliling melihat pemandangan malam di sini,” ajak Nieve. Teresa menghela napas pelan lalu melirik kearah Enzo. Dia menggelengkan kepalanya hingga membuat Enzo sedikit tertegun. Biasanya wanita itu akan langsung menempel pada Nieve saat sedang bersama dirinya. “Tidak. Aku ingin istirahat. Lagipula pekerjaanku belum selesai,” jawab Teresa. “Apa kau serius?” tanya Nieve ragu mendapat penolakan dari temannya itu. “Ya,” jawab Teresa sembari tersenyum dan mengangguk. Meyakinkan Nieve akan jawabannya. “Baiklah. Jika kau membutuhkan sesuatu, telepon Enzo ya,” pesan Nieve dan mendapat anggukan dari Teresa. “Kami pergi dulu,” lanjut Nieve dan pamit pada Teresa. Tak lupa dia memeluk dan mencium kedua pipi sahabatnya. Teresa melambaikan tangannya saat melihat Nieve dan Enzo melangkah keluar dari halaman villa. Sedangkan di tempat lain, sudah ada Chris bersama Manolis, Vincenzo dan Fiorenzo di dalam mobil sedan yang mengintai Teresa dari jauh. “Apa Anda serius ingin melakukannya, Kýrie?” Pria itu hanya diam mendengar pertanyaan dari Manolis. Tatapannya terpaku pada sosok wanita yang saat ini membiarkan rambut lurusnya tergerai bebas. Dia tidak berhenti memperhatikan wanita itu yang sedang melamun sejak beberapa menit lalu. Di mata Chris, Teresa benar-benar jelmaan dari sosok Korinna yang telah meninggal dunia tiga tahun lalu. Semuanya terlihat mirip dan sangat sempurna. Hingga membuat dirinya tak mampu berpaling dari wanita itu. “Dia terlihat sangat cantik seperti dewi Aphrodite,” gumam Chris pelan diiringi senyuman. “Kýrie,” panggilan interupsi Manolis membuat Chris tertegun. Chris hanya melirik sekilas pada Manolis. “Lakukan saja apa yang aku katakan,” ucapnya dan kembali memperhatikan Teresa dari jauh. Sesaat setelah melihat Teresa masuk ke dalam villa, Chris menginstruksi Fiorenzo untuk melajukan mobilnya ke depan dan bersembunyi di persimpangan jalan. Chris mulai memperhatikan Enzo dan Nieve yang mulai menjauh dari villa. Dirinya tersenyum lega karena mempunyai waktu untuk melakukan aksinya. Terlebih Jack dan Rery tidak ada di villa. Hanya ada beberapa anak buah Enzo saja yang bertugas untuk menjaga villa. *** Chris masih setia menunggu di persimpangan jalan untuk melihat Teresa. Namun wanita itu tak kunjung keluar dari villa. Mereka sudah menunggu sekitar satu jam di sana. Hingga membuat Chris sedikit merasakan kesedihan di hatinya karena merasa rencananya akan gagal malam ini. “Kýrie, apa Anda yakin dia akan keluar dari villa?” tanya Manolis. “Entahlah. Aku juga tidak tahu,” jawab Chris sambil menghela napas kasar. “Jika dia tidak keluar, kita akan lakukan besok saja. Kita tunggu sebentar lagi. “Málista, Kýrie.” Manolis kembali menatap ke depan sambil mengawasi villa tersebut. Begitu juga dengan Vincenzo yang berada tepat di samping kiri tuannya. Di tangannya sudah ada saputangan yang diberikan cairan Chloroform, sesuai dengan perintah Chris. Sedangkan Chris memilih untuk memejamkan matanya sejenak sambil menunggu Teresa keluar dari villa.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN