Selamat membaca ^^ Di kamar, Chris mencoba membuka jasnya dengan susah payah karena luka di punggungnya masih belum kering. Dia sangat berhati-hati agar jahitannya tidak terbuka kembali karena memang luka yang dihasilkan dari pisau milik Charles itu sangat besar sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menjahitnya. Setelah berhasil, jas itu dia letakkan di atas sofa dan langkah panjangnya tertuju pada tempat tidur. Saat ini dia benar-benar masih lelah dan ingin sekali beristirahat. Perasaan Chris juga sedikit lega karena telah melihat kondisi Teresa yang baik-baik saja meskipun dia masih sedikit penasaran dengan luka di dagu wanita itu. “Hah,” desah Chris. Dia membaringkan tubuhnya di atas kasur dengan perlahan dan memiringkan tubuhnya ke arah kiri. Kedua matanya mulai terpejam

