Setelah mandi dan bersiap-siap, Exelin dan Amar turun menuju ke lantai dasar. Dengan senyum yang tidak lepas dari bibir Exelin. Bukan tanpa alasan Exelin tersenyum pagi-pagi. Alasan yang membuat dirinya tersenyum adalah sang suami. Amar tidak ada puasnya bercinta dengan dirinya. Seperti tadi saat mandi pun Amar mengulanginya. Exelin seperti sudah menemukan sifat asli sang suami sebelum ingatannya hilang. “Kita bicara dulu ke mama dan papa, Sayang. Nanti kalau di perbolehkan, kita langsung berangkat,” ucap Amar pada Exelin. Exelin menganggukkan kepalanya kearah Amar yang sedang menatapnya intens. “Iya, Sayang. Terserah kamu saja,” ucap Exelin kepada Amar. Saat mereka berdua sampai di ruang makan, Exelin disuguhkan dengan pemandangan yang jarang sekali terjadi. Semua keluarga berkumpul. Da

