Hari yang di tunggu_tunggu akhirnya tiba.
"Bu, siang ini pinggangku k terasa pegal pegal aja, apa jangan jangan entar malam mau lahiran ya?, kataku sambil sedikit bercanda.
"Mungkin aja, lagian udah ada tanda tanda apa belum?," tanyanya seperti penasaran.
"Aduhh, yank sakit banget perutku.
"kenapa istriku cayank?, "apa mau lahiran sekarang? ayok kerumah sakit sekarang siapa tau itu mau lahiran, keliatan dia mulai panik denger aku kesakitan.
"Aduh, sakiitt..., ibu sakit perutku..., yank tambah sakit nih perutku, kataku sambil terus megangi perut yang rasanya semakin sakit.
"Gimana nak?, " apa masih sakit atau tambah sakit?, apa udah mau lahiran?, "tanya nya yang terdengar semakin panik.
"Ayok istriku, ke rumah sakit sekarang siapa tau itu mau lahiran, "usul suamiku karna dia sudah mulai panik.
Setelah sekitar 2 jam merasakan perut sakit akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke rumah sakit, dan sesampainya di rumah sakit dokterun mulai menanyai.
"Dok, gimana hasilnya?, "tanyaku setelah dokter selesai memeriksanya.
"Ini baru pembukaan 1 bu, silahkan kembali pulang lagi, nanti klau sudah di rasa sudah mau lahiran nanti silahkan balik kesini lagi, "sahut dokter yang sedang menangani meli.
"Meli yang sedang merasakan sakit di perutnya pun hanya menjawab dokter dengan anggukan saja.
"Baik dok, nanti kami balik lagi kesini, "sahut Rio suami meli.
"Mbak nya kan baru pembukaan 1 mungkin nanti perkiraan sekitar jam 2 malam baru lahiran, karna sekarang jam 5 sore baru pembukaan 1 mbak. tapi jika lebih cepat juga lebih bagus mbak.
"Baik dok nanti kami kesini lagi, sekarang kami pamit pulang dulu, "sahut suamiku.
Kabut menyelimuti bumi, hingga jalanan tak terlihat meskipun lampu sepeda motor sudah nyala, maklum lha hanya naik sepeda motor yang aku punya itu aja hasil aku kerja dulu.
"Bu sakit banget, "aku mulai panik karna rasanya kali ini lebih sakit dari yang tadi aku rasain.
"Istriku sayank, gimana sekarang apa udah mau lahiran?, "tanya suamiku yang mulai panik.
"mana aku tau orang belum pernah lahiran, "sahutku pun sambil menahan rasa sakit.
Yaudah, pergi kerumah sakit sekarang, sahut bapak ku yang juga mulai terlihat panik.
*****
Sekitar jam 9 malam, akhirnya berangkat kerumah sakit ternyata kata dokter sudah pembukaan 5 dan dokter yang memeriksaku menyuruh sang perawat untuk menghubungi dokter yang biasa memeriksaku semasa hamil.
"Sus, bagaimana keadaannya?, "sahut dokter yang baru tiba di rumah sakit.
"Tadi sudah pembukaan 5 dok, sahut suster itu sembari mengikuti langkah dokter itu menuju ruang bersalin.
"Dok, ini sudah pembukaan 9, sahut suster yang ada di dalam ruang bersalin, kala mengetahui dokter sudah masuk keruang bersalin.
"Yasudah, saya cek lagi, kalian siapkan peratannya dulu, "kata sang dokter kepada para perawat itu.
"Baik dok, sahut salah satu perawat itu.
"Ini sudah pembukaan lengkap, segera siapkan semua alat2 nya, "sahut sang dokter.
Setelah beberapa menit kemudian akhirnya buah hati yang di tunggu_tung
gu lahir kedunia, iya bayi cantik itu kini telah lahir dengan selamat dan sehat.
Mel, anak kamu catik ya, "kata ibu sambil tersenyum melihat bayi yang baru saja aku lahirkan.
Iya tak bisa di pungkiri jika ibu saat ini begitu bahagia melihat cucu pertamanya lahir kedunia.
Mas, lapar nih pengen makan, "pintaku pada suami.
"Yaudah tunggu sini, aku beliin nasi dulu ya, "sahut suamiku.
Setelah semalam tenagaku terkuras untuk melahirkan, pagi ini jadi kelaparan rasanya.
"Mas gimana kata kamu ada uang buat bayar aku lahiran, "tanyaku.
"Iya ada kok kamu tenang aja gak usah di fikirin, "sahut suamiku.
"Yaudah beneran ada kan kamu gak bohong, "tanyaku memastikan.
"Iya tenang aja, "sahut suamiku.
"Gimana keadaan kamu mel?, dimana bayinya?, "tanya ibu mertuaku yang tiba di rumah sakit, " iya itu pasti mas Rio yang membitahu ibu mertuaku.
Dan ternyata suamiku menelfon ibunya bilang dia gak punya uang, padahal tadi aku tanya bilang nya ada uang, kenapa gak jujur aja padaku.
Beberapa hari sebelum lahiran aku juga udah tanya katanya punya uang kenapa sekarang jadi minta orang tuanya.