Beda pendapat.

784 Kata
"Mel, gimana lebaran idul fitri kamu main kerumah metua kamu gak?, "tanya intan sepupuku, yang tiba tiba sudah ada di belakang ku. "Ya main kesana lha, suamiku ngajak kesana, "sahutku. "Ya lho mau naik apa? rumah suami lho kan jauh, udah deket jawa tengah. "Ya naik sepeda motor lha, mau naik apa lagi coba... lagian punya nya itu ya di syukuri aja lha, "jawabku pun santai. Helloo... rumah suami lho itu deket jawa tengah, sedangkan rumah kita ini deketnya tuh ama gunung bromo, "sahut intan sambil nunjuk ke arah gunung bromo. Terus mau naik apa coba kalau bukan naik motor, " tanyaku sambil menatap intan. Intan yang tadinya duduk pun berdiri. Ya lho naik bus atau travel lha, masak naik sepeda motor sih. Ya kan lho tau sendiri keadaan gue gak kayak dulu lagi, iya kalau dulu gue bisa naik naik travel terus. nah kalau sekarang gue udah gak kerja, gue cuman ngurus anak, sedangkan penghasilan suami cuman cukup buat kebutuhan anak kayak pempes, bedak, dll, "jawabku. Yaudah terserah lho aja deh yang penting hati hati ya kalau lho kesana, jangan lupa hubungin gue kasih kabar gitu, "sahut intan. ***** "Mohon maaf lahir dan batin bu, pak, " kataku sambil mencium punggung tangan kedua orang tuaku tak lupa menciumi pipi ibuku. Mbak lahir batin ya, "kata adek ku. Iya sama sama ya, maafin mbak kalau banyak salah, sering cerewetin lho, " sahutku. Iya gpp mbak, lagian mbak crewet buat kebaikan ku kok, sahut adek ku fadil. Mas Rio, mohon maaf lahir dan batin ya, " ucap ku pada suamiku. Iya sama sama dek, "sahutnya. Rasanya badan pegel pegel abis dari rumah saudara dari rumah tetangga buat silaturahim, seperti biasa maaf maafan kalau waktu lebaran kayak gini. Dek, kita berangkat besok ya kerumah orang tuaku, "kata suamiku, karna dia tau disini sudah selesai aku juga sudah kerumah saudara saudara aku semua. Iya, besok pagi ya kita berangkat, "sahutku. Buk, berangkat dulu ya, doain selamat sampai tujuan, "pamitku. Iya hati hati nak, kalau capek istirahat, " kata ibuku, iya memang dia tau aku gak pernah perjalanan jauh naik motor jadi dia kelihatan kawatir padaku. Iya bu, "sahutku. Kalau capek istirahat, kasian via masih kecil nak, "pinta bapakku. Iya pak, " sahutku. Jangan lupa hubungi om ya via cantik, "kata adek ku. Iya om , entar kalau dah sampai via hubungi, om jagain kakek nenek di rumah ya, "sahutku sambil tersenyum. Beres via, kakek nenek aman di jagain sama om, "sahutnya sambil cengingisan. Yaudah jalan dulu ya assalamualaikum, "pamitku. Setibanya di rumah mertua kami di sambut dengan baik, ya mungkin karna mereka begitu merindukan cucunya, walaupun perjalan begitu jauh seharian full aku dan suamiku untuk menempuh perjalanan menuju rumah suamiku. karna kami sering istirahat, ya maklum lah kami bawa bayi yang baru berusia 3 bulan sedang perjalanan kami sangat jauh jadi harus banyak banyak istirahat agar anak kami tetap aman, kami tiba di rumah mertua pukul 5 sore hari. Rio, ajak istrimu makan, "perintah mertuaku. Iya bu, "jawab mas Rio. Beberapa hari kemudian mas Rio mulai bekerja di luar kota dan akupun di tinggal sendiri di rumah mertua. Dek, besok mas udah mulai kerja, kamu d barui rumah sama via baik baik ya, "kata suamiku. Berarti aku di tinggal sendirian di rumah mas, "kataku. Kamu gak sendirian dek ada ibu ma bapak kok yang temenin kamu ma via, "sahut suamiku. Sebulan kemudian umur anak ku sudah 4 bulan, gak kerasa aku tinggal di rumah mertua sudah sebulan. Bu, itu via kok sudah di kasih makan sih, kan umurnya baru 4 bulan, kalau sudah 6 bulan aja di kasih makan nya, "kataku. Anak kamu laper, nangis terus mangkanya aku kasih makan, "sahut mertuaku. Kan belum umur 6 bulan bu, "sahutku sambil menahan sesak di d**a. Kamu tau apa? lagian kamu baru punya anak gak ngerti apa apa, aku yang udah gedein anak 2 tak kasih makan dari kecil buktinya gpp, "sahut mertuaku sambil menatap ku tajam seolah ingin memakan ku saja. Tapi itu kan anak ku bu, kata dokter juga umur 6 bulan baru boleh di kasih makan, "sahut ku sambil menangis karna melihat anak baru umur 4 bulan udah di kasih makan. Dokter dokter, orang sini gak ada yang percaya sama dokter, kalau anak laper ya di kasih makan gak usah nunggu umur 6 bulan, "sahut mertuaku yang mulai emosi terhadapku. Kalau gak percaya sama dokter ngapain suntik kb sama dokter, ngapain periksa ke dokter kalau sakit, "batinku. Lagian ini cuma aku buatin bubur satu sendok gak banyak, "kata metuaku. setiap hari anak ku pun di kasih makan sama mertuaku, walaupun sebenernya aku ingin beri anak MPASI kalau dia dah umur 6 bulan tapi apalah dayaku. Ibuku aja MPASI aku dulu waktu aku umur 6 bulan katanya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN