keputus(asa)an

3018 Kata

Rasanya Olivia ingin menangis saja kalau mengingat sikap Ghifari di rumah. Tentunya dia akan merasa lebih lega jika sang abang mengomeli atau berteriak kepadanya. Namun tidak, Ghifari tak akan mampu melakukan hal itu. Padahal, Olivia rela jika kamarnya diobrak-abrik, menjadi target amukan atau terserahlah, asalkan Ghifari tidak mendiamkannya seperti ini. Dari seribu satu sikap kesal Ghifari, hanya satu yang mampu membuat Olivia menyesali apapun itu kesalahannya, yaitu dengan membisu hingga gadis itu mengaku jera. Walau bagaimana kerasnya Olivia mencoba mengadu pada Bunda, atau bahkan Ayah sekalipun, Ghifari kali ini tidak goyah sama sekali. Sepertinya si sulung benar-benar kesal dengan kelakuan jahil adiknya. Maka, Olivia pun menerima ganjaran atas perbuatannya sendiri. Salah siapa main

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN