Bhimasena tak pernah menyangka akan menyaksikan kehadiran Kafka di sudut tongkrongannya. Di kampusnya. Sendirian. Tanpa Ghifari atau Satria sebagai penunjuk arah. Obrolannya bersama Vivian dan teman satu grup band kampus pun tertunda sejenak akibat kedatangan cowok itu. "Anjir, dia seriusan ke sini," gumam Bima. Dia segera bangkit dan menghampiri tetangganya itu. "Woy, Kap!" Kafka hanya mengangkat sebelah tangannya saja. Tidak sumringah jenaka seperti biasanya. Raut wajahnya tampak serius, membuat Bima berpikir dua kali untuk memakinya. Jangan pernah sesekali membangunkan harimau yang sedang tidur. Jangan pernah sesekali memancing amarah orang lain, nanti bisa berakibat fatal. Bhimasena adalah pemuda yang cinta kedamaian. Moto hidupnya adalah peace, love and gawl. Tak ada balasan sapa

