MINE. Sebuah deskripsi yang dia sisipkan itu bukan tanpa maksud. Meski dia harus mendapatkan makian dari sahabat sekaligus abang over protectivenya Olivia, Kafka Bastiansyah hanya menyeringai. Dia menyeringai. Ponsel masih di genggamannya. Fokus tertuju pada layar, tak peduli teman-temannya sedang perang dalam permainan virtual. "Buruan login, Kaf. Semua udah ngumpul di lobby," desak Bams alias Bambang dengan nama baptis Fransiskus Xaverius di depannya. "Sabar," sahut Kafka yang sibuk mengetikkan sesuatu. "Balas chat abang ipar dulu." "Pepet terus itu si Oliv-oliv, jadiannya kagak," sindir Yogi. "Kapan lu mau official, Kaf?" "Alaaah! Paling mentok sama mantannya," Eno nimbrung, yang tadinya dia asyik dengan permainan yang berlangsung, karena obrolan tidak bermutu itu, dia jadi ikut-ik

