“Kenapa kamu nggak pulang?” tanya Sagara tiba-tiba ketika Fara sedang bersiap dengan bajunya yang kemarin dipakai. Melihat Fara hanya memakai baju itu-itu saja dan sudah sesore ini perempuan itu sepertinya tidak berniat untuk pulang, maka hal tersebut menggelitik Sagara untuk bertanya. Fara hanya meringis mendengar pertanyaan yang tentunya sudah dia siapkan jawabannya itu. “Tuan, sebenarnya saya mau minta ijin untuk tinggal di rumah ini dulu sampai saya dapat rumah baru buat tinggal.” Sagara mengernyitkan dahi. Dia sudah merasa bahwa perempuan itu ada masalah dengan suaminya. “Saya ada masalah—“ Kalimat Fara tercekat di tenggorokan. Ingin rasanya menyimpan sendiri masalahnya, tapi jika tidak bilang pada majikannya itu, apa yang akan dia gunakan sebagai alasan? “Sama suami kamu?”

