Semalaman Fara tidak pulang ke rumah. Bayu sangat kesal dan marah dengan keadaan itu. Rumah menjadi berantakan. Tambah lagi, dia merasa tidak terurus. Untuk mencari Fara, Bayu merasa gengsi. Dia tidak mau terlihat membutuhkan Fara. “Wanita seperti Fara, banyak sekali ditemukan di mana-mana. Keputusanku bulat untuk mencari posisi di hotel. Menjadi manager, aku bakal memilih wanita mana yang bisa menjadi istriku. Seperti waktu itu, dengan mudah Fara bisa kutaklukkan hanya dengan mengatakan bahwa aku adalah seorang manager. Padahal saat itu, aku sedang di ujung tanduk karena perusahaan sedang mengalami collaps,” gumam Bayu, berdiri di depan jendela, menatap ke luar rumah. Di mata Bayu ada pengharapan akan datangnya seorang wanita yang dia tunggu-tunggu, tapi nyatanya wanita itu tidak juga

