BAB 12 Undangan Pernikahan

1127 Kata
Setelah ibu Pendeta bicara maka om Andre angkat tangan untuk bicara dan dipersilahkan. "Terima kasih Ibu Pendeta, dengan hormat kepada Bapak-Bapak dari keluarga Josse, Bapak dan Ibunya Yeti, dan dengan hormat kepada semua yang hadir saat ini. Ehm... Nak Jose ini bukan orang asing bagi saya, saya pernah satu rumah tetapi sekarang sudah tinggal sendiri-sendiri. Saya pernah menjadi bapak tiri dari Jose tetapi sudah pisah secara pengadilan. Ibunya Jose stroke dan yang merawat adalah Jose dan Dio, Jose begitu menyayangi ibunya, mungkin saya tidak mampu untuk merawat beliau jadi ya dipisahkan seara hukum, saya juga sudah sakit-sakitan jadi diurus kembali anak masing-masing Jadi Yeti, kalau sudah menikah ada baiknya sekali-sekali merawat beliau. Jadi akhirnya saya setuju saran Ibu Pendeta untuk secepatnya menentukan tanggal Pemberkatan. Terima kasih, itu yang dikatakan om Andre,Ma" kata Jose mengakhiri laporan singkatnya. Aku merasa lega bahwa Jose tidak bolak balik lagi untuk mengurus pelamaram yang berimbas pada dana yang harus dipikirkan baik-baik. Cincin kawin akan dibeli dikota Yeti dan dipasangkan pads saat pemberkatan nikah. Pemberkatan nikah ditetapkan tanggal dua puluh bulan ini, berarti tinggal empat belas hari lagi. 'Aduhh uang belum cukup walaupun scaranya sederhana' batinku. Mada telpon untuk resepsinya di sini, dia bersedia membayar hotelnya walaupun Yeti mempunyai rumah adat atau tongkonan di sini karena orang tuanya juga orang dari sini tapi ibu bapaknya lebih memilih di tempat tinngalnya sekarang. Uang yang dipegang Jose saat ini adalah empat puluh lima juta. Dana yang akan diperlukan seperti pakaian dan rias pengantin, rias dan pakaian orang tua, dekorasi gereja dan pelaminan, pakaian untuk saudara pengantin, catering untuk tamu. Aku membayangkan sungguh berat pada saat ini melaksanakan pesta pernikahan seperti keadaanku saat ini, belum lagi dana mencetak undangan dan cincin kawin. 'Hadeww... apa yang akan kulakukan? apa lagi ini kali pertama orang tuanya Yeti melaksanakan acara pernikahan di rumahnya yang besar walaupun kakaknya sudah menikah tapi dia laki-laki yang tentunya acaranya di pihak perempuan. Ayahnya Yeti seorang pensiun PNS ibunya tukang jahit handal di daeragnya. Malam ini bapaknya Yeti telpon Yeti untuk datang di rumahnya karena Yeti tidak enak badan.Aku mengatakan kepada Jose untuk pergi sesuai permintaan calon mertuanya. "Bagaimana, Ma apa yang saya katakan kalau ditanya berapa dana yang kita siapksn,? tanya Jose agak galau. "Lihat saja di sana apa yang mereka sudah lakukan, yang pertama kamu pergi beli cincin, Nak" "Iya,Ma jadi saya bawa sajs ini uang ya" "Iya Nak " Jose berangkat siang ini sendiri dan bermalam si sana, ibunya Yeti sudah mulai menjahit baju yang akan dipakai saudara pengantin. Saudaranya Jose yang punya kesempatan hadir adalah Dio, Jisan, dan Agnes dan sudah dikirimkan ukuran badan masing-masing. Agnes adalah dress sedangkan Dio dan Jisan adalah batik lengan panjang.Celana panjang hitam sudah ada. Jose sudah dua hari di rumah Yeti, aku tanya keadaan dananya katanya sudah beli cincin sepuluh gram nasing-masing lima gram seharga sepuluh juta, katanya tinggal uangnya dua puluh juta, mereka sudah deal dengan salon, baju pengantin dua pasang yakni bajj jas dan sloyor untul pemberkatan kudus dan baju adat untuk resepsi. Begitu juga untuk baju orang tua pengantin dua pasang yakni kebaya dan jas untuk pemberkatan nikah, dan baju adat untuk resepsi yang lain warnanya dengan baju pengantin. Ada rasa iba mengalir dalam dadaku' seandainya Wawan masih ada dan aku sehat saatnya inilah kami menghantar anak kami masuk dalam hidup yang baru dengan ucapan syukur yang tak terkirakan, tapi kini Wawan telah pergi dan tak kembali sedang aku? hanya bisa melihat Jose dari tempat duduk' membatin dalam duka mengalirkan aliran hangat di kedua pipiku. 'Melangkah dengan restu mama, memasuki dunia barumu. Tuhan menolongmu,' doaku berulang kali. Jose hari ini sudah berada di rumah. Tamar sudah menambahkan dananya sepuluh juta untuk mengurus kartu undangan dan uang muka untuk catering. Sisa uang di Jose tinggal lima juta sedang biaya Catring adalah empat pulih juta untuk seribu porsi. Jadi harus mencari lagi empat puluh juta rupiah setelah ada DP lima juta. Ahh Aku tinggal mengharap Mada dan Berdi untuk mengucurkan dana untuk saudaranya yang telah berkorban merawstku selama ini. Kabar dari Mada dan Berdi belum ada, kini aku memikirkan siapa yang akan mendampingi Jose pengganti orang tua. Kami berunding tiga orang aku, Jose, dan Dio. Akhirnya sepakat minta tolong pada tante Ana dan suaminya om Paul untuk menjadi pendamping atau wali. Aku lebih setuju memilih tante Ana dan suaminya karena sangat perhatian pada masalah yang dihadapi Jose, tante Ana adalah sepupu satu kali almarhum Wawan, walaupun Wawan mempunyai beberapa saudara kandung dan sudah menikah tapi kepeduliannya pada Jose saat tahu masalahnya acuh tak acuh, takut dibebani mengenai dana, malah tanta Chris terang-terangan tanya Jose kalau nikahmya sekedar masuk gereja tanpa mempersiapkan pelaminan dia tidak bisa datang. Banyak alasan yang disampaikan. Tidak sama dengan tante Ana yang langsung bersedia tanpa syarat apa-apa. Memang ketika Wawan masih hidup tempat yang paling nyaman dia datangi adalah rumahnya tante Ana. Aku merasa lega ketika tante Ana dan suaminya sudah selesai mengukur kain untuk baju adat akan dipakai saat resepsi. Pendamping pada saat nikah menggantikan aku dan Wawan sejatinya adalah sosok tempat bertanya, minta nasehat pada saat mengarungi bahtera rumah tangga. Aku juga tidak keberatan saat Jose memilih Walimya dari pihak bapaknya karena dekat dengan kota tidak seperti saudaraku yang di kampung. Kartu Undangan telah selesai jadi aku memfotonya dan share di WA Group sekolahh. Menantu Andre juga tahu, malam harinya Andre lewat bu Anti menyampaikan hal tersebut Andre Selamat malam Bu Rina, sudah ada undangan Jose dan Yeti ya. Yeti itu ponakan saya. Bapaknya anak dari saudara laki-laki adik mama. Mungkin kamu belum pernah ketemu namanya om Barto. Akhirnya kita dipertemukan dengan cara yang lain. Waktu Jose pertama pergi ke rumah Yeti saya ads di situ, karena om Tappi telpon akan dilamar Yeti namanya Jose. Mendengar namanya saya penasaran. Saya usahakan hadir Begitulah kalau Andre WA panjang-panjang. Aku tidak membalasnya karena WA nya sudah lama kublokir, Aku juga sudah malas balas lewat ibu Anti. Sudahlah. Sudah tahu Andre adalah omnya Yeti itu sudah cukup. Untuk menyambung kembalj komunikasi bukanlah hal yang penting saat ini. Biarkanlah hidup berjalan aoa adanya tanpa saling menyakiti baik dari anaknya Andre maupun dari anakku. Malamnya setelah Undangan ku poskan beberapa temanku menghubungi saya siapa yang akan jadi wali Jose. Sedih. Sepi. Anakku akan melangkah sendiri menyongsong mentari pagi ditemani dengan orang bsik yaitu tante Ana dan om Paul. Terima kasih orang baik. Trrima kasih adikku. Uang Catering yang berjumlah empat puluh juta menimbulkan rasa was-was dalam hatiku. Tinggal lima juta rupiah di kantong Jose, dari Mada belum terdengar berita begitupun dari Berdi. Memang pada mulanya Mada menyanggupi biaya resepsi tapi sampai saat ini? masih bikin kuatir Mada seorang dokter yang bertugas di Kalimantan, dia menjadi harapan adik-adiknya ketika aku sudah tak mampu mengais rejeki. Akhirnya telpon dari Mada. Cepar-cepat aku mengangkatnya. "Iya Nak, mama tiga orang di sini" "Bagaimana dana untuk Jose,Ma?"
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN