“Jadi Naya tidak pernah tahu apa yang terjadi antara kamu dengan laki-laki ini?!” Rahang Gavin mengeras dan menatap kedua orang itu penuh amarah. Sandra terperanjat dan bangkit dari duduknya. “Ka-kakak.. kenapa ada di sini?” dengan suara tergagap Sandra memegangi lengan kakaknya. Gavin menepis kasar tangan Sandra, “Jawab saja pertanyaan saya Sandra? Jadi selama ini kamu berbohong?” Muka sandra langsung pias. Kalau Gavin sudah mengganti kata ‘kakak’ dengan ‘saya’ dan kata ‘dek’ dengan ‘Sandra’ itu tandanya Gavin tengah marah besar. “Kak..maafin aku.. Tapi kalau aku gak sedikit berbohong kakak pasti masih terjebak pada permainan cewek gila itu!” PLAAAKK! Bunyi tamparan Gavin di pipi Sandra menggema di ruang yang cukup tenang itu, membuat atensi beberapa orang teralihkan kepada mereka.

