" ANDRA MOBIL " triak Sara memecah keheningan yang sangat err akward diantara mereka, kalau kalian perhatikan ada semburat merah yang yang menjalar di pipi Sara, dia malu tapi perasaan malunya dia singkirkan jah -jauh demi mobil toh ujung -ujungnya cepat atau lambat Andra akan melihat tubuh telanjangnya, kenapa tidak dipercepat saja , Andra kan suaminya.
Andra berdiri dari duduknya dan beranjak pergi keluar kamar, meraih kenop pintu dan mengeluarkan kalimat datar andalanya, " Jangan bodoh pasang pakaian mu gafis aneh ". sebelum Andara tertelan pintu kamar yang di bantingny, meninggalkan Sara yang semakin merenggut.
Andra berjalan cepat kedapur apartementnya nyaris tersandung, dia bisa merasakan wajahnya memanas, tidak hanya itu, tubuhnya sudah mulai panas dingin, Andra membutuhkan ait sekarang, sangat butuh. Tiba -tiba tenggorokanya sudah mulai kering, melihat tingkah konyol Sara. Membuka kulkas brutal nyaris mematahkanya, Andra mengambil salah satu botol air mineral yang berada pada lemari pendingin nya, dia butuh air mineral untuk mengembalikan fokusnya, sebelum terjadi hal- hal yang sangat catat SANGAT di inginkan Andra.
Menuangkan air botol kedalam gelas kaca di depanya, Andra tanpa babibu langsung menandaskan isi air gelas itu dalam sekali teguk. Menenangkan otaknya yang sudah berimajinasi liar, Andra menarik nafas pelan -pelan sebelum menghembuskan benerapa detik kemudian, berusaha kembali berfikir normal. Sekarang bisa Andra lihat dalam pikiranya, telah terbentuk imajinasi devil Andra dan angel Andra yang bertarung sengit tentang apa yang akan di lakukan Andra pada tubuh telanjang Sara, Andra sedikit mengeryit sejak kapan Adipati memiliki Angel dalam tubuhnya sunggung tidak Andra sekali, berniat ingin menyelti chibi angel sasuke, tiba - tiba dia tersentak mendengar suara yang akhir -akhir iniselalu menghantuinya dan membuat Andra menghafal setiap nada suara cempreng tapi mendayu di telinga Andra.
" Andra aku mau mobil " Sara masih dengan nada merajuknya.
Andra yang mendengar suara Sara beberapa meter di belakangnya, membalikkan badanya dan kembali menyesali perbuatanya sendiri, Andra menggenggam gelas kaca yang ada di tanganya dengan erat, mempersiapkan suaranya agar kembali normal saat berucap.
" pasang bajumu gadis aneh ".
" tidak sebelym loe beli' in gue mobil " krmbali lagi loe- guenya.
" Pasang bajumu " balas Andra tidak mau kalah, masih mempertahankan ucapanya dan tidak pedulikan panggilan dari Sara.
" Tidak!! belikan aku mobil, atau aku akan begini selamanya atau perlu seterusnya sampai ada mobil, " Sara menjawab tak kalah sengit , masi mempertahankan keinginanya.
Menunggu beberapa saat, tapi Andra tidak menjawab hingga Sara menghentakkan kakinya merengut dan melanjutkan kalimatnya.
" Andra kalau kau tidak membelikan aku mobil aku akan keluar apartement dengan keadaan plseperti ini " ancam Sara yang semaki gila kepada Andra, dia berjalan ke arah pintu dan meraih knop pintu berniat membuka, di dalam hati Sara sudah ketar -ketir ketakutan, dia tidak mau b***l di luar sana, Sara masih ingat bahwa dia brlum memutuskan semua urat malunya, untuk bermuka tebal di hadapan orang di luar sana yang menatapnya tengah berbugil ria di luar sana.
' Andra aku mohon mobil ' batin Sara ketakutan.
Andra yang mendengar ancaman gila Sara yang lainnya, kembali tersentak kaget, tubuhnya menegang, Andra berbalik dan melotot ke arah Sara,
" Balik ke kamarmu dan pakai bajumu gadis aneh! " tekan andra dengan nada perintah tak ingin di bantah.
" Ti......dak, mobil Andra " Sara menjawab dengan gugup dia agak taku dengan suara Andra yang tidak main - main, tidak pernah sebelumnya Andra berbicara sedingin itu pada Sara, seaneh apa pun tingkah lakunya terhadap Andra tapi dia tidak pernah semarah itu, tapi Sara tetaplah Sara, kepala batu, keukeh dengan keinginanya, diam - diam Sara menyeringai dalam hati Andra termakan ancamanya, kelihatanya dia takut Sara b***l di luar sana. hahahha
Andra menggeram lagi membalikkan bada memunggungi Sara, dia masih brlum kuat melihat Sara bertelanjang bulat di hadapanya, Andra menggenggam grlas kaca yang ada di tanganya dengan kuat, andai gelas itu bisa berbicara gelas itu pasti sudah berteriak ingin lepas dari genggaman Andra, lihatlah sudah ada garis tak beraturan di gelas itu, retak.
Andra hanyut dalam pikiranya, dia tidak akan masalah seandainya Sara benar -brnar krluar, dia yakin tidak akan ada yang berani mengganggu atau menyentuh properti seorang Adipati Andra diluar sana.
Kalaupun ada yang berani mengejek Sara di luar sana, toh yang di ejek Sara bukan dirinya.
Yang Andra permadalahkan, Sara berkeliling gedung Apartement ini dengan bertelanjang bulat coba pikir berapa puluh mata yang nanti akan melihat tubuh telanjang Sara di luar sana. Andra yakin 99,9% menatap lapar tubuh telanjang Sara, rahang Andra mengeras membayangkanya, tidak sampai kapanpun Andra tidak akan membiarkanya, walau sudah matipun Andra tetap akan tidak rela, dengan cara apapun dia akan bangkulit dari kubur walaupun harus mengorbankan diri pada makhluk astral siluman ular di luar sana, ANDRA TETEP TIDAK AKAN RELA, tubuh polos Sara jadi tontonan umum.