charming 25

341 Kata
" jangan nangis sayang..... Ceritain ke aku, ada apa?" Dewa semakin bingung. " maaf Dewa... hubungan kita harus selesai di sini." ucap Elrina tersedu " kenapa harus putus? apa aku punya salah?" " maafin aku.... kamu sama sekali nggak punya salah." " terus kenapa kita putus?" Elrina masih terdiam dan semakin terisak. " Aku sudah berjanji akan melamar kamu saat aku kembali." tegas Dewa Elrina hanya menunduk dan menggeleng. " aku akan bawa mama papa ku Minggu depan ke rumah mu." jelas Dewa " maaf...." elrina terisak " kenapa meminta maaf terus?" Dewa mengusap air mata di pipi El. " tiga Minggu lagi aku akan menikah." tutur El Bagai di sambar petir di siang hari bolong. Hati dewa terasa sesak dan sakit. selama dia di luar negeri, tidak ada tanda tanda jika El selingkuh. Dia bisa memastikan hal itu dari sahabatnya yang juga bekerja di rumah sakit yang sama. " maksud kamu apa El? kamu nggak lagi ngeprank aku kan?" tanya Dewa Elrina kembali tertunduk dan menggeleng. " lalu.... penyataan apa ini?" tegas Dewa " Aku dijodohkan..." jawab El Dan seketika Dewa langsung lemas tak percaya. " maaf.... Dewa." tangan El berbalik menggenggam tangan Dewa. Dewa yang masih shock tidak merespon. " seminggu sebelum kepulanganmu, papa menjodohkan ku dengan putra temannya." jelas El singkat. " Dan kamu setuju? kamu mencintai nya?" Dewa menatap lekat kedua mata El. Berharap dia masih memiliki kesempatan. " awalnya aku tidak menyetujuinya. Tapi papa dan mamaku meminta dengan memelas. mereka bilang, ini adalah permintaan pertama dan terakhir mereka. Demi nama baik keluarga, aku harus maju menepati janji keluarga ku kepadanya." " janji...?" tanya Dewa " aku tidak tahu pasti janji apa yang mereka sepakati. Dan aku merasa telah terjadi masalah besar saat itu. hingga mereka membuat perjanjian itu." Dewa menahan amarah yang bercampur dalam hatinya. Dewa berpikir, ini tidak adil untuk dia dan El. Orang tua mana yang tega menjadikan anaknya sebagai jaminan sebuah janji. Dewa mengambil nafas dalan. Dia menahan sakit hatinya dan mengontrol amarahnya. " apakah kamu juga mencintai dia?" tanya Dewa putus asa.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN