Suasana Duka

1326 Kata
Dengan memakai mobil milik Novi, Randi menyetir nya, karena ia tak mungkin membiarkan Novi menyetir dalam keadaan seperti itu, Randi sudah mahir menyetir mobil karena bimbingan Hendra, setelah bekerja selama 2 bulan, Randi langsung naik jabatan menjadi kaki tangan Hendra, ia sering di ajak bertemu Client, hingga Randi berhasil menyerap semua ilmu bisnis yang di praktekkan langsung oleh Hendra. Setelah Randi menjabat sebagai marketing, Randi masih tinggal di kantor itu, dan masih melakukan kegiatan yang biasa Ob kerjakan. Hendra sering mendapatkan proyek besar atas kinerja Randi, dalam segala aspek, Randi sangat jenius dalam membaca situasi dan merubah kondisi, ia sangat bersyukur karena sahabat nya merekomendasi kan Randi untuk membantu usaha milik nya. Namun nahas, di tengah kemajuan perusahaan nya, Hendra tumbang. 'Semakin kita sukses, semakin banyak pula yang merasa iri dan semakin banyak yang menaruh benci, maka dari itu, selalu berhati-hatilah dalam segala tindakan mu' . Begitulah kata-kata terakhir Hendra yang di ucapkan pada Randi ketika selesai melakukan meeting bersama client, entah itu sebuah pertanda atau bagaimana, Randi sama sekali tak merasakan firasat buruk saat itu karena setahu nya, Hendra tak mempunyai musuh. Randi dan Novi tiba di rumah Hendra, Novi langsung berlari ke dalam rumah dan bersimpuh di samping jasad Hendra, ia kembali menangis sesegukan. Tak lama setelah itu, mobil yang jemput Rio telah tiba, Rio segera berlari dan langsung memeluk jasad ayahnya, hati nya menangis namun wajah tetap terlihat tenang karena ia sudah bosan menangis, ia juga tahu kalau menangisi jenazah secara berlebihan itu kurang baik. Kiai Soleh dan Dika segera bergabung dengan Randi dan jemaat lain nya untuk segera menyolatkan dan mengkebumikan jasad Hendra. Semua warga dan para pemimpin perusahaan cabang serta semua staf karyawan yang ikut mengantar ke pemakaman telah kembali ke kediaman nya masing-masing, Novi masih terdiam di makam paman nya, ia kembali menangis meratapi kepergian paman yang sangat di sayangi nya itu, Rio yang sudah akan beranjak pergi bersama Randi,Dika dan Kiai Soleh kembali duduk di depan makam ayah nya dan di samping Novi, Rio memeluk Novi dengan erat, ia sangat tahu kondisi hati Novi, ia juga sudah menganggap Novi sebagai kakak kandung nya, bahkan sosok Novi sudah lebih dari sebagai kakak di hidup nya karena semenjak kepergian ibunda nya, Novi selalu sigap merawat Rio dan memenuhi kebutuhan sekolah nya, dari mulai menyiapkan sarapan, mewakili ayah nya di pertemuan wali murid meskipun saat itu Novi juga masih sekolah, menjadi guru les privat nya Rio dan masih banyak jasa Novi di hidup Rio, semua kebaikan Novi membuat Rio masih bisa merasakan kebiasaan baik sosok ibunda nya, andai saja umur Novi setara dengan ibunda nya, mungkin sudah Rio anggap sebagai ibu nya juga meskipun fakta nya berstatus kakak sepupu. Novi balas memeluk Rio, rasa nya sudah sangat kangen sekali dengan Rio, namun ia tak pernah memiliki kesempatan untuk mengunjungi Rio di pesantren, Rio sudah di anggap adik sendiri oleh nya, saat Rio mesantren, keceriaan di rumah nya jadi menghilang , di susul adik nya sendiri yang sama-sama menuntut ilmu di pesantren namun beda lokasi, pesantren adik nya di jawa timur, dan tak pernah pulang, sekalipun adik nya ngasih kabar, itu hanya lewat paman nya. Sekarang paman nya telah tiada, bagaimana adik nya bisa mengabari Novi, sementara Novi juga tak mempunyai data pesantren adiknya itu. Saat ini Rio berada di dekat nya, sudah cukup bagi nya untuk melepas Rindu pada adik-adik nya. Namun sayang nya pertemuan ini dalam keadaan Duka. "Kasihan sekali kamu De... Yang sabar ya, kakak janji akan berjuang keras untuk kalian berdua," ucap Novi dengan suara nya yang masih sesenggukan. "Saya baik-baik saja Kak, semua ini sudah jalan-Nya, kita hanya bisa pasrah dan ikhlas dengan segala ketentuan-Nya," ucap Rio "Sudah Kak, ayo kita pulang, jangan terus-terusan meratapi kepergian ayah, kita harus ikhlas," tambah nya. Rio tak menyangka kalau Randi bekerja di perusahaan ayahnya, ia sangat senang sekali mendengar kabar itu, itu artinya, mau tak mau, enak tak enak, Rio harus memaksa Randi untuk membantu Novi memimpin perusahaan ayah nya. Hak waris sepenuhnya memang untuk Rio, tapi Rio belum cukup umur dan pengetahuan untuk memegang sebuah bisnis, maka dari itu, ia meminta pengacara ayah nya itu untuk menjadikan Novi sebagai Direktur utama perusahaan ayah nya. Sebenarnya Novi merasa keberatan, namun ia harus menerima nya, itulah cara membalas budi pada kebaikan paman nya, perusahaan yang sudah berdiri bertahun-tahun itu tak boleh hancur begitu saja, selain itu Novi juga saat ini menjadi tulang punggung keluarga untuk merawat adik-adik nya, maka dari itu ia harus bekerja keras untuk kebahagiaan keluarga nya. Satu minggu berlalu, Dika akan kembali ke pesantren bersama Kiai Soleh, ia tak jadi tinggal berlama-lama di rumah Rio karena sudah ada Randi yang menjaga nya. Setelah semua orang meninggalkan kediaman Rio, tersisa lah Rio , Randi dan Novi, ketiganya berdiam diri dengan isi fikiran nya masing-masing. Randi memikirkan amanat Kiai Soleh, 'lagi-lagi sebuah amanat,' batin nya. "Baiklah, aku akan menjadi Kakak kalian semua dan mengemban tanggung jawab layak nya seorang kakak, dan aku akan merubah rasa sayangku pada Novi," imbuh nya dalam hati. Novi yang mengetahui kalau Rio ternyata sudah menganggap Randi sebagai kakak nya sendiri sewaktu di pesantren membuat nya merasa lega, Rio tak salah memilih sebuah keluarga, semua nya orang-orang baik. Novi juga kini menganggap Randi sebagai kakak nya. "Kak Randi, ayo kita makan dulu, bibi sudah menyiapkan makanan untuk kita," ucap Novi Semua orang di rumah itu memulai makan bersama, termasuk pembantu dan sopir, yang mana sebelumnya mereka makan sendiri-sendiri. Pekerja di rumah Novi di alih tugaskan untuk bekerja di kantor pusat dan bekerja seperti biasanya, karena mulai sekarang Novi akan tinggal di rumah Rio dan rumah peninggalan orang tua Novi akan di jual untuk penambahan modal perusahaan. Novi merasa berdosa jika memecat pembantu dan satpam nya yang telah lama bekerja pada mendiang orang tua nya, karena mereka adalah suami istri dan tak memiliki keturunan, maka sepeninggal kedua orang tua Novi, mereka lah yang merawat Novi seperti anak kandung mereka sendiri, sementara untuk pekerja di rumah Rio, Novi pun tak berhak memecat mereka, sopir dan pembantu di situ pun sudah bagian dari keluarga Rio, akhirnya Novi memutuskan mereka untuk bekerja di rumah Rio. Pembantu Novi bekerja sebagai tukang masak di kantor untuk melayani Randi dan suami nya bekerja sebagai ketua security kantor, sementara pembantu dan sopir Rio tetap bekerja di rumah Rio, karena Rio melarang Novi untuk bawa mobil sendiri. Sepeninggal Direktur utama perusahaan PT.Sun Sweet, para pemimpin perusahaan cabang mulai goyah, mereka kurang mempercayai kinerja Novi, namun dengan bantuan Randi, perusahaan tetap Stabil dan bangkit, para pemimpin cabang pun mulai mempercayai Direktur baru dan Asisten nya itu. Randi belum memiliki rumah sendiri, bahkan ia lebih nyaman tinggal di kantor, ia menempati ruangan Direktur utama, ruangan itu sangat luas dengan beberapa ruang pribadi termasuk kamar tidur. Bagi nya ruangan itu sudah seperti rumah, ruang kerja direktur utama hanya ukuran beberapa meter saja, lebih nya adalah ruang pribadi. Tadi nya Randi akan di belikan rumah oleh Novi tentunya atas permintaan Rio, namun Randi menolaknya, akhirnya Rio meminta Randi untuk menempati ruang pribadi direktur, karena ruangan itu sudah sangat cukup fasilitas nya layak nya tinggal di rumah, sementara ruang kerja direktur hanya akan di tempati Novi untuk bekerja. Keakraban sebuah keluarga baru telah terbiasa bagi Novi, Randi dan Rio. maka nya mereka tak pernah canggung lagi terutama antara Novi dan Randi, mereka sudah mulai menunjukkan sikap layak nya kakak beradik,sering berdebat hal sepele, bercanda dan sebagainya. Setelah semua dirasa beres dan kehidupan keluarga baru nya mulai normal, setelah bekerja, Novi pulang ke rumah Rio di antar jemput oleh sopir nya, sedangkan Randi tetap tinggal di Kantor dan segala kebutuhan nya di siapkan pembantu nya Novi yang kini menempati kamar bekas Randi di lantai 3, akhirnya Rio memutuskan untuk kembali ke pesantren, di sana ia tak hanya belajar mengaji, namun memiliki guru privat management bussines. Dika yang mengatur semua itu, ia sangat paham apa yang harus di lakukan untuk membantu Rio. BackFlash kematian Hendra ///// "Mulai saat ini, tak akan ada lagi pesaing besar dalam bisnis gua, mampus kau Hendra..!" ucap Anton
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN