Keluarga Baru

1101 Kata
"Assalamu'alaikum Ibu..! Bapak..!" ucap Randi "Iya.. Siapa ya ..? Tunggu sebentar.." sahut wanita paruh baya di dalam rumah itu. "Ra-Randii..? Kamu kah itu Randi..?" teriak Ratih wanita paruh baya yang tak lain adalah ibu kandung Randi. Ibu dan Anak saling berpelukan melepas rindu yang sudah bertahun-tahun di tahan. "Bapaak..! Sini dulu..!" teriak Ratih ke arah dapur rumah. "Iya Ibu..Sebentar.. Ada apa teriak-teriak..?" tanya Ratno Sujatna ayah Randi "Bapaaak..!" teriak Randi Randi berlari menyambar ke pelukan Bapak nya.. "Randi..? Sudah besar kamu nak.. Dan semakin gagah saja.. Hanya saja sedikit Gelap muka nya.." ucap Ratno meledek Randi "Apaan sih Bapaa.." protes Randi "Ha ha ha..!" Ibu dan Bapak tertawa terbahak di susul Randi pun ikut tertawa. "Tunggu dulu Randi.. Itu tadi di belakang kamu siapa?" tanya Ratih "Astagfirulloh Huda.." ucap Randi Randi langsung bergegas ke luar menghampiri Huda. "Sudah selesai acara Kangen-kangenan nya .." ucap Huda meledek Randi "Apaan kamu..Ayo masuk perkenalkan diri ke Bapak dan Ibu saya..Lalu katakan maksud kamu .." ucap Randi "Jadi..Nak Huda ingin ikut tinggal bersama kami ..? Tempat kami seperti ini Nak.." ucap Ratno "Tak apa Pak Ratno.. Boleh menumpang hidup aja saya sudah bersyukur.. Tapi nanti saya berusaha bantu-bantu sebisa saya.." ucap Huda "Ha ha ha.. Ya sudah.. Jangan sungkan-sungkan ya di sini.. Dan mulai sekarang.. Kamu boleh memanggil kami Bapak dan Ibu saja.. Anggap saja kami orang tua mu Huda.." ucap Ratno "Baik Pak.. Terima kasih atas kebaikan Bapak dan Ibu terutama Mas Randi," ucap Huda sambil mencium tangan kedua orang tua baru nya itu. ---------- Hari sudah malam, semua keluarga Ratno sudah melaksanakan makan malam. Ranti dan Ratno sudah tidur di kamar, sementara Randi masih di ruang tengah tampak sedang memikirkan sesuatu. "Ada apa Kakak..Nampak nya ada sesuatu yang sedang di fikirkan,?" tanya Huda, memulai keakraban "Rumah ini kan hanya punya 2 kamar.. Kamar Bapa sama Ibu dan kamar Saya yang sangat sempit itu.. Jadi kemungkinan kamu tidak punya kamar Huda.." ucap Randi "Persoalan Tempat Tidur saja sampe segitu nya melamun kamu kak.. Aku bisa tidur di ruangan ini kok, cukup nyaman kalau untuk sekedar tidur sih.." ucap Huda "Walau bagaimanapun kamu ga bisa terus tidur di sini Huda.. Bagaimana kalau besok kita rombak kamar kecil ku itu Huda..? Kebetulan di luar masih ada lahan luas untuk di jadikan kamar.." sahut Randi "Merombak ruangan kan harus pakai material dan dana yang lumayan kak..Aku ga bisa bantu itu.."lirih Huda, serasa tak berguna "Hahaha..Tenang Huda.. Asal kita mau sedikit bekerja keras dan sabar pasti bisa.. Kita hanya perlu membeli Semen dan saya rasa uang tabungan saya selama mengabdi di pesantren sudah cukup untuk membeli semen dan besi untuk membuat Atap Sekaligus menjadi lantai 2 untuk sekedar kita bersantai nantinya.." ucap Randi "Lalu pasir dan Batu Koral serta Batu Bata di beli pake apa..?" tanya Huda penasaran "Sumber daya alam di sini masih melimpah Huda.. Maka nya tadi saya bilang hanya perlu sedikit kerja keras.. Batu koral dan pasir bisa di ambil di sungai.. Sedangkan Batu Bata kita buat sendiri.. Nanti Saya ajarin karena saya pernah seperti ini waktu renovasi Pesantren.." jawab Randi "Waaah..Hebat sekali kak." sahut Huda "Ya sudah, sekarang kita tidur karena besok harus bekerja keras mencari semua material yang di butuhkan." ucap Randi. Sesuai Jadwal yang mereka rencanakan semalam, Randi dan Huda bersiap-siap pergi ke sungai untuk menambang pasir dan batu kecil secukupnya. "Mau kemana kalian pagi-pagi begini..?" tanya Ratno "Kita mau menambang pasir Pak..Randi berencana memperluas kamar tidur, kasihan Huda kalau tidur di ruang tengah terus.." jawab Randi "Ya sudah.. Tapi sarapan dulu ayo.. Bapa sama Ibu juga mau kerja ke sawah nya pak Budi.." ucap Ratno "Maafin Randi, Pak.. Bu.. Randi belum bisa membuat Bapak sama Ibu bahagia.." ucap Randi "Sudahlah Randi... Kamu kan baru keluar dari pesantren.. Siapa tau nanti kamu jadi orang besar kan ga tau.." sahut Ratih "Aamiin.." ucap Ratno dan Huda bersamaan Anak dan Orang tua itu meninggalkan rumah dengan kegiatan masing-masing. Randi dan Huda sudah tiba di lokasi sungai yang cukup banyak menyimpan pasir serta kerikil. Mereka langsung memasukkan material yang ada ke dalam karung beras lalu mengangkut nya ke rumah. Tak terasa matahari sudah tepat berada di atas kepala mereka, material pasir dan krikil yang mereka angkut sudah menumpuk di samping rumah mereka. Setelah di rasa cukup, mereka istirahat dan akan melanjutkan pekerjaan setelah Sholat Dzuhur. "Huda..! Coba sini.." teriak Randi, sambil menginjak-injak tanah yang di pijak nya di dekat sungai "Iya sebentar.." sahut Huda "Itu tanah nya untuk membuat Batu Bata?" tanya Huda. "Iya, ini tanah yang bagus, ayo kita gali.." ucap Randi Randi dan Huda bergantian menggali tanah untuk membuat kubangan persegi yang akan di jadikan tempat membuat adonan Bata. Untuk mempercepat produksi, mereka membuat 4 kubangan, 2 kubangan untuk di proses hari ini dan 2 kubangan lagi untuk besok. Hari semakin sore, setelah semua bahan adonan di kumpulkan, Randi meminta Huda untuk turun ke kubangan. "Sekarang ambil dan masukin tanah di tumpukan itu sebanyak 4 ember.." perintah Randi sambil menunjuk tumpukan tanah hasil galian "Kenapa ga kamu aja yang ambil Kak, kan kamu di atas ?!" tanya Huda merasa heran "Sudahlah lakukan saja..Kita akan bagi tugas besok.." jawab Randi Randi mengambil air di sungai untuk menyampurkan adonan, sementara Huda mengambil tanah. "Besok..kamu ambil air dulu, lalu taro di dekat kamu biar kamu ga perlu naik lagi untuk ngambil air.." ucap Randi Randi menuangkan air sedikit demi sedikit ke dalam kubangan, setelah di rasa cukup "Sekarang aduk adonan itu sampai rata jangan sampai ada yang menggumpal..Aduk pake kaki atau tangan kamu sebisa nya," ucap Randi "Haaah..?!" ucap Huda, terkejut dengan cara pengolahan yang di ajarkan Randi. Namun ia tetap melakukan nya. "Nah kalau sudah rata, campurkan sedikit sekam padi ini lalu aduk lagi sampe rata..Jika sudah, tambahkan tanah sedikit demi sedikit, ulangi proses tadi sampe adonan setinggi lutut kamu..Paham..?" ucap Randi "Oke lah, ya sudah sana kamu Sholat duluan kak, gantian..!" ucap Huda Randi pulang untuk melaksanakan Sholat Ashar, sementara Huda terus bergumul dengan adonan tanah liat. "Aduhhh..Warna celana ku sudah seperti seragam orang Kelurahan saja.. Ha ha ha.." ucap Huda, melihat warna celana nya yang coklat muda akibat adonan. Randi sudah kembali sementara Huda masih membuat adonan. Randi membersihkan dan meratakan lahan yang akan di jadikan tempat mencetak Bata. Huda sudah menyelesaikan tugas nya dan langsung membantu Randi membereskan lahan. "Akhirnya selesai sudah pekerjaan hari ini.." ucap Randi "Lalu adonan tadi kapan mulai di cetak nya kak,?" tanya Huda "Adonan di biarkan satu hari. Nah besok kamu membuat adonan lagi di kubangan lain nya, sementara aku akan mencetak nya.." ucap Randi.. Rencana membuat adonan dalam 2 kubangan pun gagal karena hari sudah hampir petang. Mereka berdua pulang dengan perasaan gembira walaupun fisik melelahkan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN