"Waalaikumsalam Randi...Alhamdulillah baik-baik saja, ada sesuatu yang harus kamu lakukan malam ini, Randi..!" ucap Kiai Soleh
"I-Iya Yai..Saya siap," jawab Randi
"Malam ini kamu perbanyak Sholat sunnah, lalu baca Dzikir yang biasa di pesantren bacakan setiap selesai Sholat, Bangunkan Teman kamu yang di sana, perintahkan dia untuk tetap berada di dekatmu malam ini, terserah dia mau tidur atau terjaga asal masih satu ruangan dengan mu, tapi ingat, jaga fikiran kamu, !" ucap Kiai Soleh dengan serius.
"Memang nya ada apa Yai,? Saya jadi merinding, d**a saya juga tadi terasa sesak sejenak." tanya Randi
"Jalani saja Randi..! Segera lakukan sholat dan Dzikiran .!" perintah Kiai Soleh.
"Tuuuuttt tuuuttt tuuttttttt" sambungan terputus.
Randi berfikir sejenak, 'apa ini ada hubungan nya dengan bunyi ledakan tadi,?' gumam nya.
Randi segera menuju ruangan Novi, saat dia masuk, Novi sedang berguling-guling dan berteriak kepanasan, padahal suhu di dalam ruangan itu dingin karena Ac.
Randi segera memahami semua kejadian ini, ia langsung memberi air minum segar pada Novi yang sebelum nya air itu sudah di bacakan Do'a oleh nya, Novi kembali tenang, kini ia bisa berbicara.
"Tolong gua Ran, d**a gua sesek, tubuh gua tadi seperti terbakar," ucap Novi lirih dan ingin memeluk Randi, namun segera Randi hindari.
"Sudahlah, tak ada apa-apa Novi, sekarang kamu istirahat ya, izinkan aku melaksanakan sholat dan melakukan dzikir di ruangan ini ya, " pinta Randi
"Tak apa-apa Randi, maaf tadi gua khilaf, yaudah sekarang gua tunggu di luar ya," ucap Novi
"Jangan...! Kamu tetap di ruangan ini, kamu bisa tidur atau ngapain, Kantor ini sedang bahaya, kamu diam saja di situ, aku ga akan ngapa-ngapain, kamu bisa pegang ucapan ku," ucap Randi.
"Bahaya apa Randi..? kalau begitu kita harus hubungi paman Hendra, ops, maksud gua pak Hendra.." ucap Novi.
"Tak perlu Novi, kasihan beliau sedang kecapean, sudah sekarang aku sholat, tolong jangan berisik ya, dan beri aku ketenangan selama aku berdzikir," pinta Randi
Novi yang masih merasakan hawa panas di tubuh nya hanya meng-Iya kan yang Randi bilang, ia sendiri tak paham untuk hal seperti kejadian malam ini, pasal nya selama ia bekerja, ia selalu pulang ke rumah, hanya malam ini saja pertama ia ketiduran di kantor sampe akhir nya kemalaman dan terjadi sesuatu.
Novi hanya duduk di sofa berjauhan dengan tempat Randi berdzikir namun masih dalam satu ruangan, ia melihat ketenangan Randi yang sedang berdzikir dalam hati. Ketika sedang memperhatikan Randi, Hati nya terasa damai, bahkan sanggup melupakan pristiwa yang terjadi sebelumnya hingga ia mengantuk kembali dan tertidur di sofa.
Dini hari ia terbangun, dan melihat Randi masih duduk dalam dzikir nya, namun kali ini ia melihat aura putih memancar di sekitar tubuh Randi, awalnya ia fikir itu pantulan cahaya lampu, namun setelah lebih di perhatikan, cahaya itu memang berasal dari tubuh Randi sendiri. Perlahan ia mendekati Randi dan duduk di samping nya dengan terus waspada jika suatu saat Randi tiba-tiba melihat keberadaanya, di tatap nya wajah Randi yang terlihat lebih cerah dari biasa nya, namun tiba-tiba, keringat deras membasahi sekujur tubuh Randi sampai menembus pakaian yang Randi kenakan.
"Kamu kenapa tiba-tiba keringetan sih..! Randi.. Bangun Randi...!" ucap Novi sedikit ragu, ia khwatir melihat Randi yang tiba-tiba seperti itu, padahal tadi nya ia fikir Randi sedang ketiduran sambil duduk dalam dzikir nya.
Perasaan Novi mulai tidak enak, ia tiba-tiba merasakan kesesakan kembali dalam d**a nya, ia segera meminum sisa air yang di berikan Randi.
Tubuh Randi bergetar hebat, dan terus mengeluarkan keringat, dan seketika itu Randi membuka mata nya.
"Randi..? kamu mimpi buruk,?" tanya Novi yang sedari tadi masih di samping Randi.
"Novi..? Kenapa kamu bangun,?"
"Gu ... Gua tadi pengen minum, nih gelas nya di dekat Lo, jadi gua kesini, Lo kenapa keringetan gitu,?"
"Maafkan Aku, Novi... Aku tidak tahu kamu masih satu keluarga dengan pak Hendra, cerita nya nanti dulu, sekarang ada sesuatu yang harus aku lakukan sebentar, kamu istirahat lah, sekarang sudah baik-baik saja,"
"Ada apa sebenarnya Randi..? Katakan padaku.." ucap Novi lirih, ia mengikuti gaya bicara Randi.
"Tak ada banyak waktu Novi...! Tunggu sebentar.."
"Wusshhhhhhh...!"
"sertttthh..serttthh Taphhh..!"
"Swoshhhhhhh...!"
Randi menerapkan ilmu meringankan tubuh nya secepat kilat dengan melewati jendela ruangan, setelah menginjak tanah, Randi lansung berlari menyusuri jalanan sekitar perkotaan itu. Novi yang merasakan angin yang begitu besar menerpa nya segera mendekati jendela yang sudah terbuka, dan Randi sudah tak ada batang hidung nya di ruangan itu.
"Ajib banget, ternyata ia bukan orang biasa, kecurigaanku ternyata benar, pantas saja Paman Hendra mempekerjakan nya, laki-laki yang sangat langka.." batin Novi sembari terus melihat ke luar jendela, ia segera menutup jendela itu kembali, namun ada sesuatu yang mengganjal, sebuah surat dari kertas.
"Temui aku di Lantai 3 sehabis Sholat subuh, dan sekarang segera kabarkan pesan dari pak Hendra ke semua karyawan, kalau hari ini seluruh perusahaan nya di liburkan,"
Surat tulisan tangan dari Randi, 'sejak kapan ia menulis ini,?' gumam Novi.
Untuk urusan perusahaan, Novi tak bisa melaksanakan perintah Randi begitu saja meskipun di sebutkan itu pesan dari Paman nya, ia menelepon Paman nya namun tak di angkat, ia juga menelepon orang kepercayaan paman nya, tapi tak ada respon juga, tak mau pusing, akhirnya Novi membuat pesan di Grup Chat perhimpunan cabang Perusahaan Paman nya sesuai yang Randi tulis.
"Saya Novi Widayanti ... Keponakan dan salah satu orang kepercayaan Direktur utama, Bapak Hendra, mewakili Beliau, saya menyampaikan bahwa besok, kegiatan untuk seluruh perusahaan di liburkan sampai mendapat pengumuman untuk aktif kembali, mohon di siarkan secepatnya pada seluruh karyawan masing-masing. terima kasih atas kerjasama nya,"
Bagitulah pesan yang di sampaikan Novi pada semua perwakilan cabang perusahaan.Semua pimpinan cabang perusahaan langsung memberikan info itu pada karyawan nya masing-masing. untuk di kantor pusat yang saat ini tempat Novi bekerja, Novi mengirim pesan nya pada Sekretaris perusahaan karena ia tak mau sibuk membuka chat grup.
------
Novi Widayanti
Seorang wanita tangguh yang telah menjadi yatim piatu semenjak masih Sekolah Menengah Pertama, ia mempunyai satu Adik kandung perempuan bernama Aisyah yang saat ini sedang di menjalani pendidikan di sebuah pesantren di wilayah Jawa Timur. Adik nya di kirim ke pesantren oleh paman nya alias Hendra ketika lulus sekolah dasar, umur nya 1 tahun lebih muda dari Rio yang saat ini berumur 15 Tahun, Rio lebih dulu di kirim ke pesantren sahabat ayah nya di wilayah Jawa Barat, sementara Aisyah di kirimkan ke pesantren lama paman nya di Jawa Timur.
Semenjak Novi dan Aisyah Yatim Piatu, kebutuhan hidup dan pendidikan di atur oleh paman nya, namun tetap di beri kebebasan tinggal, dan Novi lebih memilih tinggal bersama pembantu nya di rumah peninggalan orang tua nya.
Setelah lulus Sekolah Menengah Atas, Sembari Kuliah, Novi di pekerjakan di perusahaan paman nya sebagai admin pendukung, namun karena kecerdasan nya, ia sudah bisa menghandle semua urusan keuangan perusahaan dalam waktu 3 bulan saja.
-------
Setelah Sholat subuh, Novi segera ke lantai 3 untuk menemui Randi namun orang nya belum tiba. Sambil menunggu Randi, ia memasak makanan sarapan untuk di santap berdua nanti nya, ia tahu Randi tak akan sempat memasak. 'Lagi pula hari ini kantor libur' gumam nya.
Sebenarnya Novi ingin pulang setelah subuh itu, namun karena Randi berpesan, maka ia tetap di kantor itu terlebih ia ingin mendengarkan apa yang akan Randi ceritakan nanti.
//////
Setelah Sholat, Randi langsung meditasi berdzikir, ia segera memusatkan fikiran untuk meraga sukma dan menemui Kiai Soleh.
"Slaphhhh..!"
Sukma Randi langsung berada di depan sebuah rumah mewah.
"Ya ampuun.. Apa aku nyasar,? Aku ingin bertemu Yai, malah nyasar ke sini, seperti nya hasil latihan ku bersama Abah belum sempurna," gerutu Randi