Menjadi Office Boy

1354 Kata
"Sertifikat pesantren,? Baiklah tolong berikan itu semua pada ku untuk di proses." ucap Heni Setelah menunggu beberapa menit, akhir nya Randi di persilahkan masuk ke ruangan Direktur utama PT Sun Sweet. Di dalam ruangan itu, Randi terlihat gugup namun ia selalu bisa beradaptasi dengan baik karena sifat ketenangan nya itu. 'Dingin sekali ruangan ini,' gumam Randi. "Randi, ya ?" sapa Hendra "Iya pak Hendra, saya ke sini untuk memenuhi amanat Yai Soleh," ucap Randi "Bagus ... Bagus ..." ucap Hendra sambil menepuk-nepuk pundak Randi "Kamu bersedia bekerja di perusahaan ini, Randi?" tanya Hendra "Saya bersedia pak, saya akan melakukan yang terbaik semampu saya," jawab Randi "Bagus, kalau begitu sekarang kamu resmi bekerja di perusahaan ini sebagai Office Boy," ucap Hendra "Mohon maaf sebelumnya, Office Boy itu apa ya pak,?" tanya Randi "Huffttt.." keluh Hendra "Kerja nya bersih-bersih kantor dan memenuhi kebutuhan para karyawan lain, inti nya seperti kamu mengabdi di pesantren," ucap Hendra "Oh.. Kalau begitu saya sanggup pak," ucap Randi "Baiklah, sekarang ikut saya, saya akan tunjukkan ruangan untuk kamu tinggal di sini," ucap Hendra "Sekarang kamu istirahat lah, atau terserah kamu mau apa, semua kebutuhan pangan ada di dapur, kamu bisa masak,?" tanya Hendra "Bisa pak," jawab Randi "Bagus, nanti kamu masak sendiri ya untuk makanan kamu, tapi kamu tak boleh memasak di jam kerja, kamu mengerti,?" tanya Hendra "Baik pak, jadi saya boleh bekerja sekarang,?" tanya Randi "Ha ha ha ... Istirahat lah dulu, Randi... Besok kamu mulai kerja," ucap Hendra "Oke, sekarang saya mau melanjutkan pekerjaan saya, kamu santai lah di sini," lanjut nya. Hari pertama Randi di perusahaan itu dengan mengenal semua ruangan dan peralatan kebersihan yang ada, selanjutnya ia bekerja selayaknya seorang Ob. Tak ada masalah berlebih dalam minggu pertama ia bekerja, bahkan banyak karyawan yang menaruh respect pada nya karena latar belakang nya yang berpendidikan pesantren. Beberapa karyawan yang memiliki anak namun kurang pendidikan agama nya meminta Randi untuk mengajar anak nya mengaji, namun Randi menolak nya dengan sopan dengan alasan sedang fokus di kerjaan nya, para karyawan itu pun memaklumi nya karena Randi masih berstatus karyawan baru, jadi wajar saja ia masih belum memiliki jadwal pribadi yang teratur. "Bagaimana saya mengajar orang lain, sementara saya sendiri di pesantren jarang ikut mengaji karena kesibukan tugas sebagai abdi dalem, bisa saja saya mengajar, namun rasa nya kurang pantas saja," batin Randi. 1 Bulan berlalu, Randi selalu mengerjakan tugas nya dengan cepat dan baik sehingga banyak karyawan yang semakin menyukai kinerja Randi bahkan Bos nya sendiri mulai menaruh kepercayaan tinggi pada Randi dan ingin cepat-cepat mengangkat Randi ke pangkat yang lebih tinggi yang nanti nya akan di percayakan memegang salah satu cabang baru perusahaan nya. Layak nya tanaman yang tumbuh beserta gulma, begitulah kehidupan Randi di Kantor itu. Banyak yang senang dengan kinerja Randi namun ada juga segelintir orang yang tak suka dengan nya, orang-orang itu yang paling sering memberi perintah pada Randi untuk mengerjai Randi, bahkan tak segan mengancam untuk melaporkan Randi jika tak mau di suruh, padahal Randi sedang mengerjakan tugas utama nya membersihkan ruangan kantor. Namun usaha mereka sia-sia, Randi selalu tepat waktu melakukan semua hal, karena ia mempunyai ilmu meringankan tubuh yang ia gunakan jika ada kesempatan tanpa di ketahui orang lain. Kalangan bawah berkumpul dengan kalangan bawah begitu juga sebaliknya,Randi pun sama, ia lebih akrab dengan kalangan setara dengan nya, seperti satpam, penjaga kantin, maupun cleaning servis dan Ob lain nya. Hal inilah yang Hendra ga suka dari Randi, harus nya Randi bergaul dengan atasan-atasan nya agar ia terbiasa dengan sikap dan gaya seorang pebisnis, namun apa boleh buat, rata- rata atasan nya bersikap menjaga jarak dengan bawahan nya. Hal itu sudah sangat wajar terjadi di lingkungan kantor yang elit itu, bahkan Hendra sendiri sering mencoba menghilangkan jarak di antara karyawan dengan cara gathering tiap tahun, namun sia-sia. Suatu ketika ada seorang wanita muda yang masih berusia 19 tahun, juga salah satu admin perusahaan melihat gerakan Randi yang sedang menyapu kertas yang berserakan bekas guntingan, 'astagaaa..! dia manusia atau hantu ya..' batin Novi Widayanti, melihat kertas-kertas yang di sapu Randi sudah lebih dulu maju sebelum sapu milik Randi menyentuh kertas itu seakan Randi membawa kipas angin yang mendorong kertas kertas itu. Secara sekilas terlihat seperti Randi sedang menyapu saja, tapi bagi Novi yang berada di depan nya itu sangat di luar akal sehat. Di ruangan itu tak ada pentilasi udara dan ruangan tertutup rapat hanya ada angin yang berasal dari Ac namun itu tak akan bisa mendorong kertas guntingan kecil sekalipun dan itu sudah di buktikan Novi sendiri, ia menaruh potongan kertas tepat di depan Ac tapi tak bergerak maju. Novi yang selama 1 tahun bekerja di perusahaan itu sangat takjub melihat kejadian di depan mata nya yang sangat langka itu, dia hanya duduk terperangah menatap Randi yang sedang menyapu sampai Randi keluar dari ruangan administrasi yang ukuran nya lebih luas daripada kamar baru Randi itu. 'kalau di lihat lebih jelas, dia ganteng juga ternyata,' gumam Novi "Siapa yang ganteng ,?" tanya Rini sang Kepala Administrasi yang juga menjadi sahabat Novi meskipun umur nya terpaut cukup jauh. Kedatangan nya tak di lirik Novi dan bahkan sudah berada di samping meja kerja Novi dari tadi tapi Novi mengacuhkan nya. Beberapa detik tak ada respon dari Novi akhir nya Rini berteriak di dekat telinga Novi "Woooooyy...! Kerja jangan melamun...Nanti kerasukan Jin ganteng..!" teriak Rini "Astaga Rini...! Ngagetin gua aja..! Kenapa sih lu teriak-teriak kaya orang kerasukan..!" ucap Novi "Helloooo..! Yang ada Lu yang daritadi ngelamun ga jelas malah ngatain gua kerasukan.. Dan siapa yang lu tadi bilang ganteng..?" tanya Rini "Aihhhh...Siapa pula yang ngomong ganteng..? Lu lagi gak sehat ya, Rin? Apa Lu terlalu lelah dengan pekerjaan hari ini yang cukup banyak..?" tanya balik Novi. "Astaga ni Anak, kalau bukan karena Lu saudara nya pak Hendra, udah gua jahit mulut lu yang suka ceplas ceplos itu..!" bentak Rini. "Yehhh..Jahat amat Lu ama gua..Dah lah ayo cepetan kita harus segera selesaikan tugas kita sebelum Sore," ucap Novi acuh. "Omaigad ni anak bener-bener, awas aja nanti ku cari tahu sendiri," batin Rini. Sore itu Novi tak langsung pulang dari kantor, biasa nya ia pulang bersama Rini karena satu arah, namun Novi meminta Rini untuk pulang duluan karena Novi harus lembur alasan nya. Dari jendela lantai atas melihat mobil Rini meninggalkan Kantor, Novi langsung membereskan berkas-berkas nya, hanya ada 4 orang yang masih berada di kantor itu, Novi, 2 orang marketing yang sedang bersiap-siap untuk pulang juga, dan terakhir tentu nya Randi, karena ia memang tinggal di Kantor ini. "Nona Novi... Kami pulang duluan ya," tegur salah satu marketing itu. Semua karyawan tahu kalau Novi Keponakan nya Hendra,hanya Randi saja yang tidak tahu, karena satu tahun setelah novi bekerja, novi merasa tidak nyaman jika banyak karyawan yang terlalu menghormati nya dengan alasan sepupu bos nya, Novi meminta pada Hendra alias paman nya itu untuk meminta para karyawan dan semua nya merahasiakan identitas nya itu dari karyawan baru nanti nya dan meminta para karyawan bersikap normal saja. Namun tetap saja para karyawan menaruh sikap segan terhadap Novi, tapi lama kelamaan mereka bisa beradaptasi dengan identitas Novi yang lain itu. "Silahkan Pak...Hati-hati ya... Saya masih ada urusan yang belum selesai, mungkin akan lembur," jawab Novi santai, padahal tujuan dia bukan untuk pekerjaan, tapi untuk kepoin kegiatan Randi lewat Cctv kantor di ruangan security yang berada di lantai paling atas, satu lantai dengan Ruangan wilayah Randi, kantor ini mempunya 3 lantai namun luas,tiap lantai di isi dengan beberapa ruangan dan Cctv, lantai 1 untuk resepsionis dan tempat miniatur area real estate, serta sebuah ruangan yang cukup luas dan itu untuk meeting dengan client. Lantai 2 di isi ruangan beberapa staff kantor serta ruang Direktur dan Lantai 3 di isi dengan Ruang utama Security, Gudang, lantai terbuka untuk jemuran dll, dan ada dapur alakadar yang hanya di gunakan oleh Randi untuk memasak serta terakhir adalah kamar Randi, hanya ada 1 cctv di lantai 3, yaitu di tengah-tengah area lantai 3, meskipun hanya satu, tapi bisa memantau semua bagian luar ruangan kecuali area kamar Randi karena berada di balik dapur dan pintu masuk kamar nya harus keluar dulu lewat jemuran "Dia seperti nya sedang memasak," gumam Novi ketika melihat keberadaan Randi di cctv dapur.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN