Rudy berdiri tegak dengan perasaan kesal. Menatap wajah Sonia dengan rahang mengeras dan tangan mengepal. Sedangkan Meta segera bangkit dan berdiri lalu berlari menghampiri putrinya. "Astaga, Sonia. Tangan kamu berdarah," ucapnya seraya terisak. "Ibu baik-baik aja, 'kan?" tanya Sonia meletakan telapak tangannya di kedua sisi wajah sang ibu lalu berdiri tepat di depannya, menatap wajah Rudy dengan tajam. "Jangan sakiti Ibu. Aku bakalan bilangin perbuatan Ayah sama Ayah Dokter!" Mata Rudy membulat, seraya berjalan mendekat. "Ayah Dokter?" tanyanya dengan terkejut. "Jadi, Dokter b******k yang kemarin itu Ayah kandung kamu?" "Pergi dari sini, Rudy. Pergi!" teriak Meta dengan histeris seraya menggendong tubuh Sonia lalu memundurkan langkahnya dengan ketakutan. Rudy tersenyum menyeringai.

