"Iya, Sayang. Ayah bakalan pindahin kamu dari ruangan ini biar si Rudy gak dateng lagi ke sini. Kamu gak usah khawatir, ya. Ada Ayah di sini," jawab Reyhan, seraya mendekap erat tubuh putrinya. "Aku takut Ayah, aku takut banget, huaaa!" teriak Sonia seraya menangis histeris. Reyhan mengalihkan pandangan matanya kepada perawat yang masih berada di sana. "Siapkan obat penenang, Sus. Dosisnya jangan terlalu banyak," pintanya. "Baik, Dok," jawab sang perawat lalu melangkah meninggalkan ruangan dan kembali beberapa saat kemudian dengan membawa apa yang diminta oleh sang Dokter. Perawat tersebut menyuntikkan obat penenang ke dalam infus yang tertanam di pergelangan tangan Sonia yang masih berada di dalam gendongan ayahnya. Hanya dalam hitungan menit saja, tubuh Sonia mulai melemas, matanya t

