Lidya merogoh tas bermerk Hermes yang ia kenakan lalu meraih ponsel canggih miliknya dari dalam sana, menatap layarnya sejenak sebelum akhirnya menghubungi Reyhan. "Halo!" bentak Lidya dengan emosi. "Iya halo, Mom. Ada apa?" samar-samar terdengar suara Reyhan. "Ada apa? Ada apa kamu bilang? Kamu bawa ke mana cucu Mommy, hah? Kenapa gak ada di Rumah Sakit?" teriak Lidya dengan mata membulat. "Cucu Mommy? Eu ... maksudnya Sonia?" "Iya, siapa lagi kalau bukan Sonia? Cuma dia satu-satunya cucu Mommy. Kamu sembunyikan di mana dia, hah?" "Astaga, Mom. Siapa yang nyembunyiin Sonia si? Sonia udah pulang karena dia udah sembuh." "Pokoknya Mommy gak mau tau, kalau kamu gak kasih tau di mana cucu Mommy, Mommy gak akan pernah restui hubungan kamu sama Meta, paham? Cepat kirim alamatnya sekaran

