Sonia membuka mata seraya menangis sesenggukan. "Ibuuu!" serunya menatap sekeliling kamar. "Sonia, Sayang. Ini Oma, Sayang. Kamu kenapa? Apa kamu mimpi buruk?" tanya Lidya seraya meraih tubuh Sonia lalu membawa ke dalam pangkuannya. Reyhan dan Meta segera berlari ke dalam kamar saat mendengar teriakan putri mereka. Namun, langkah keduanya terhenti saat melihat Sonia sudah tenang di dalam pangkuan Neneknya. "Darah emang lebih kental dari pada air, kayaknya Sonia memiliki ikatan batin yang kuat sama Mommy," batin Ryan, menatap sang ibu dengan senyum kecil. "Sonia, kamu kenapa?" tanya Meta, melanjutkan langkahnya yang sempat tertahan. "Ibu!" seru Sonia, turun dari pangkuan sang Nenek lalu berlari menghampiri ibunya. "Ibu gak apa-apa, 'kan? Ayah Rudy gak ke sini, 'kan?" tanya Sonia, menat

