Meta sontak melompat dari meja hingga ia terjatuh ke lantai. Wajahnya memerah, pelipis wajahnya pun berkeringat, rasanya benar-benar malu luar biasa. Sonia memergokinya sedang berciuman bersama Reyhan? Baginya ini seperti aib yang tidak akan pernah ia lupakan seumur hidup. "Astaga, Meta. Kenapa harus lompat segala? Sakit gak?" tanya Reyhan, berjongkok lalu membantu Meta berdiri. "Eu ... nggak ko gak sakit sama sekali," jawab Meta seraya tersenyum cengengesan. "Kalian nakal, ya," decak Sonia dengan berkancah pinggang, memandang wajah ibu dan ayahnya dengan tajam. "Kenapa cuma Ibu yang dicium? Aku nggak?" Baik Meta maupun Reyhan seketika tertawa nyaring, balas menatap wajah putri mereka lalu menatap wajah satu sama lain. "Ya Tuhan, Sonia," decak Meta, melangkah menghampiri. "Emangnya ka

