"Sabar, Pak Ruslan. Jangan emosi gitu dong," kata Sofia seraya merogoh tas miliknya lalu meraih ponsel canggihnya dari dalam sana. "Oke, saya telpon Reyhan sekarang juga." Lidya menatap layar ponsel dan segera menghubungi Reyhan saat itu juga. Akan tetapi, bukannya suara Reyhan yang ia dengar, melainkan suara Meta. Sialnya, Lidya tidak sengaja menekan tombol loud speaker hingga suara Meta terdengar oleh semua yang berada di sana. "Halo, Meta," sapa Lidya. "Iya halo, Tante," jawab Meta. Mata Ruslan membulat, begitupun dengan Erlin, istrinya. Sementara Renata seketika mengepalkan kedua tangannya. Rasa panas seakan membakar hati dan membumi hanguskan organ inti di dalam tubuhnya. "Meta? Siapa Meta?" batin Renata memandang wajah Lidya dengan tajam. "Reyhan mana, Met. Berikan hp-nya sama

