Sebuah Pengakuan

1297 Kata

Hingga malam hari otak Rava masih tak berhenti berpikir. Perkataan Samuel tadi sore terus terngiang-ngiang di kepalanya. Hal itu membuat hatinya ikut merasa tidak tenang. Jam saat ini menunjukkan pukul delapan malam. Noah kini telah terlelap setelah dibacakan buku dongeng oleh Rava, dia tertidur lebih awal. Rava keluar dari kamar Noah dan menghampiri Bella yang tengah duduk di sofa. Wanita itu mengenakan kaca mata dan fokus membaca laporan keuangan tokonya. "Aku perlu bicara." Rava mendudukkan bokongnya di sofa tunggal yang ada di hadapan Bella. "Apakah kamu tak melihat aku sedang sibuk," ucap Bella tanpa menoleh ke arah Rava. "Tadi sore aku bertemu Samuel. Dia mengatakan sesuatu padaku." Bella menghembuskan napas pelan. Rava memang keras kepala, padahal Bella sudah mengatakan kalau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN