"Samuel," lirih Bella, menatap pria belasteran Indonesia-Australia yang berdiri di hadapannya. Setelah lima tahun berlalu, Bella tak menyangka akan bertemu mantan pacar pertamanya itu di sini. Sepertinya dunia memang sempit sekali sehingga Bella harus bertemu dengan semua mantannya di Singapore. "Aku tidak menyangka kita akan bertemu lagi. Kamu apa kabar?" tanya Samuel. Tatapannya tak pernah lepas dari Bella. Jujur, ia masih belum move on dari wanita di hadapannya ini. Samuel masih merasa tak menyangka jika Bella kini berdiri di hadapannya. Atau mungkin saat ini ia bermimpi? "Aku baik," jawab Bella dengan raut wajah tanpa ekspresi. Wanita itu lalu hendak masuk mobil, tapi Samuel menahan tangannya. "Tunggu, Bell. Aku kamu sudah makan? Ayo kita makan di restoran sembari mengobrol." "Aku

