Hidup mandiri

1252 Kata

"Sekarang tebak aku siapa?" "Bang Lio." Leo berdecak lalu menghembuskan napas frustasi. "Aku Leo," ucapnya kesal. "Wajah kalian sama. Bagaimana aku membedakannya?" Noah jadi ikutan kesal, ia mengerucutkan bibirnya sebal. Sejak tadi Noah selalu salah memanggil nama sepupu kembarnya. "Ini!" Lio menunjuk tahi lalat di keningnya. "Aku punya tahi lalat, sedangkan Leo tidak punya." "Baiklah Bang Lio, aku akan mengingatnya." Saat ini ketiga bocah itu duduk di sofa. Noah telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit tadi siang. "Kenapa kakek dan nenek pergi lama sekali?" rutuk Noah. "Mereka kan baru pergi ke perusahaan daddy-mu, Noah," jawab Leo. Melihat cairan keluar dari hidung Noah, tangan Leo tergerak mengambil tisu dan mengusap hidung adik sepupunya. "Terima kasih, Bang Leo," ucap No

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN