Seperti ada yang menyalakan musik koplo. Jantung Salsa berdetak tak normal. Degupannya mirip suara organ tunggal dangdutan. Kata-kata Afiq menggiring opini Salsa kepada hal yang bukan-bukan. Salsa takut salah menafsirkan maksud Afiq. Bisa jadi pria itu berucap asal. Sekedar bercanda. Ya, Salsa mati-matian berpikir jernih. “Lo ngelantur?” tanya Salsa. Setenang mungkin raut wajahnya terpasang. “Anggap aja gitu.” jawab Afiq. Secepat itu pula, Salsa dibuat legah. Dugaannya salah besar. “Emang lo mau beneran?” Afiq menyambung kalimatnya, membuat Salsa terpaksa mengutuk pria itu. Suka sekali membuat hati orang bimbang. “Nggak, lah! Kepedean, lo!” cerca Salsa pedih. Afiq tersenyum saja, tidak mengeluarkan satu patah pun. Beberapa detik sunyi menyelimuti. Mereka hanya saling diam. Baik Sal

